Advertisement

Yang disebut juga Testamen Rahasia, salah satu cara membuat hibah wasiat berdasarkan Burgerlijk Wetboek (BW). Dalam testamen ini si peninggal warisan harus menulis sendiri atau menyuruh orang lain menuliskannya atas kemauannya, lalu membubuhkan tanda tangannya. Tulisan ini ditutup dalam sampul yang disegel dan kemudian diserahkan kepada notaris. Penyegelan dan penutupan tulisan itu dapat dilakukan di hadapan notaris dengan empat orang saksi.

Si peninggal warisan harus membuat keterangan tentang pernyataan bahwa yang dimuat dalam sampul itu adalah testamennya, ia sendiri yang menuliskannya atau menyuruh orang lain menuliskannya, dan penyataan bahwa ia menanda tanganinya. Kemudian notaris membuat akta superseriptis, yaitu akta untuk membenarkan keterangan itu, pada sampul atau di dalam surat yang memuat keterangan itu sendiri. Akta tni ditandatangani oleh notaris, para saksi, dan Penggal warisan.

Advertisement

Setelah menerima hibah wasiat ini, notaris berkewajiban memberitahukan adanya testamen kepada orang-orang yang berkepentingan, apabila penghibah wasiat meninggal dunia. Dalam testamen ini si peninggal warisan diperbolehkan menulis kemauan terakhir dalam surat di bawah tangan, jadi tidak boleh ada campur tangan notaris, namua hanya menyangkut pengangkatan orang yang diwajibkan melaksanakan testamen, yaitu tentang pemesanan penguburan, penghibahan pakaian, barang perhiasan, dan barang lain. Penarikan kembali testamen ini dapat dilakukan dengan akta di bawah tangan.

 

Advertisement