Advertisement

Kota niaga di Yunani Utara yang dikunjungi Paulus dalam perjalanan misinya yang kedua (sekitar tahun 50), dan kemudian terpaksa ditinggalkan dengan tergesa-gesa karena hidupnya terancam. Setahun kemudian Paulus menulis surat kepada umat Kristen yang didirikannya di kota itu, yaitu Surat ke-I kepada umat di Tesalonika yang merupakan surat tertua dalam Kitab Perjanjian Baru. Paulus menguraikan nasib orang beriman – yang sudah meninggal – pada kedatangan kembali Kristus, dan meneguhkan umat yang masih baru dalam iman Kristiani. Dalam suratnya yang kedua, Paulus menegur umat yang menarik kesimpulan salah dari harapan bahwa Kristus datang kembali dengan segera (dan karena itu mereka bermalas-malas), serta memberikan penjelasan lebih dalam tentang kedatangan Kristus, tentang harapan Kristiani, dan tentang hari penyelesaian.

Advertisement
Advertisement