Advertisement

Dalam dunia pendidikan dan psikologi, adalah perangkat untuk mengukur pengetahuan, kepandaian, atau sifat-sifat seseorang secara sistematis. Tes banyak ragam dan macamnya. Para pendidik memberikan tes untuk mengetahui kemampuan belajar anak didiknya. Mereka memberikan tes juga untuk melihat bagaimana siswa mempelajari mata pelajaran tertentu. Tes juga digunakan untuk membantu seseorang yang akan mencari pekerjaan. Selain itu ada pula tes yang dilakukan untuk membantu mengenali kepribadian seseorang. Sebagian besar tes dirancang untuk mengukur salah satu dari empat karakteristik, yakni kemampuan belajar, hasil belajar, bakat dan minat, atau kepribadian.

Tes kemampuan belajar dilakukan untuk mengetahui bagaimana seseorang akan bertindak dalam situasi yang memerlukan kemampuan intelektual. Tes ini kadang-kadang disebut tes inteligensi, tes kemampuan mental, tes bakat akademik, atau tes bakat skolastik. Tes kemampuan belajar terdiri atas satuan tugas atau pertanyaan-pertanyaan standar. Tes memberi peluang kepada siswa untuk menunjukkan keterampilan-keterampilan yang telah dipelajari sepanjang hidupnya, di dalam dan di luar sekolah, dan tes ini tidak mengukur kepandaian seseorang. Para pendidik menggunakan istilah inteligensi dan kemampuan mental hanya untuk menggambarkan kemampuan seseorang dalam memecahkan bermacam persoalan yang berkait dengan pekerjaan sekolah, sehingga istilah ini tidak merefleksikan kemampuan seseorang dalam segala bidang.

Advertisement

Tes hasil belajar (THB) lebih banyak mencoba mengukur berapa banyak seseorang telah belajar tentang mata pelajaran tertentu daripada kemampuannya untuk memahami pelajaran. Sekolah-sekolah menggunakan tes hasil belajar lebih banyak daripada tes-tes mana pun lainnya. Di sekolah dasar, sekolah menengah, maupun perguruan tinggi, sebagian besar guru mengandalkan tes-tes semacam itu untuk memberi nilai atas kemajuan yang dicapai siswanya.

Banyak guru menyiapkan tes hasil belajar berstan- dar. Tes ini dapat digunakan untuk berbagai mata pelajaran atau topik, termasuk matematika, sejarah, dan persamaan-persamaan kimia. Berbagai sekolah mengharuskan para siswanya untuk menempuh tes hasil belajar yang berstandar maupun tes kemampuan skolastik untuk penerimaan di sekolah itu.

Ada dua macam cara penilaian tes hasil belajar, yakni referensi norma dan referensi kriteria. Dalam referensi norma, hasil tes setiap siswa saling dibandingkan. Seorang siswa yang salah dalam menjawab beberapa pertanyaan mungkin masih akan mendapat peringkat tinggi bila sebagian besar siswa lainnya lebih banyak melakukan kesalahan dalam menjawab pertanyaan. Sebaliknya, dalam tes referensi kriteria, hasil tes setiap orang dibandingkan dengan standar atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu. Misalnya, seorang guru menentukan bahwa 90 persen dari pertanyaan dalam tes itu harus dijawab dengan benar oleh siswa untuk memperoleh nilai lulus.

Berdasarkan bentuknya tes hasil belajar bisa dibe dakan menjadi tes esai, tes objektif, dan tes penampilan. Tes esai digunakan untuk mengukur hasil belajar yang berupa pengertian, sikap, perhatian, kreativitas, dan ekspresi verbal. Tes objektif digunakan untu{ mengukur kemampuan dan ingatan. Tes penampijan digunakan untuk mengukur keterampilan-keterampilan yang melewati proses dan menghasilkan produk. Ragam tes esai ada beberapa macam, sepenj perbandingan, pengambilan keputusan untuk menolak atau menerima, hubungan sebab akibat, menjabarkan konsep, menganalisis, aplikasi, merumuskan mengklasifikasikan, dan membuat kesimpulan. Bentuk tes objektif ada beberapa macam, yakni menjodohkan, pilihan ganda, benar-salah, dan jawaban pendek.

Tes minat dan bakat dilaksanakan untuk mengung. kapkan bakat atau kecenderungan seseorang terhadap aktivitas-aktivitas tertentu. Seseorang yang senang menggeluti mesin mungkin akan mencapai nilai yang lebih tinggi dalam tes bakat permesinan daripada dalam tes aktivitas bidang yang lain. Orang itu mempu- nyai bakat dalam pekerjaan mesin dan setidaknya mempunyai peluang cukup baik untuk berhasil dalam bidang tersebut. Tes minat juga dikenal sebagai in- ventaris minat. Di dalam tes ini seseorang menunjuk- kan kecenderungannya di antara sejumlah besar kelompok aktivitas, ide, dan situasi. Salah satu tes itu mungkin adalah “Apakah anda lebih suka memperbaiki jam rusak, membuat catatan-catatan, atau melukis gambar?” Kebanyakan orang lebih senang akan macam aktivitas tertentu daripada yang lain. Pola jawabannya mengungkapkan kekuatan minat seseorang dalam bidang tertentu.

Tes kepribadian berusaha mengukur ciri-ciri kepribadian seseorang secara ilmiah. Beberapa tes kepribadian yang berstandar terdiri atas daftar pertanyaan pribadi yang menghendaki jawaban, ya atau tidak. Jawaban-jawaban itu dapat dianalisis untuk berbagai sifat yang khas. Misalnya, seseorang mungkin mendapat skor lebih tinggi dalam introversi sosial yang menandakan suatu kecenderungan kuat untuk menyendiri. Untuk orang-orang semacam itu penelitian ilmiah akan lebih cocok dan lebih memuaskan sebagai profesinya daripada mengajar di dalam kelas,

Advertisement