Advertisement

Adalah kekerasan atau ancaman kekerasan yang diperhitungkan sedemikian rupa untuk menciptakan suasana ketakutan dan bahaya dengan maksud menarik perhatian nasional atau internasional terhadap suatu aksi maupun tuntutan. Berdasarkan fakta sejarah, para ahli memperkirakan bahwa terorisme telah terjadi dalam kurun 200 tahun terakhir.

RAND Corporation, sebuah lembaga penelitian dan pengembangan swasta terkemuka di Amerika Serikat, melalui sejumlah penelitian dan pengkajian menyimpulkan bahwa setiap tindakan kaum teroris adalah tindakan kriminal.

Advertisement

Definisi konsepsi pemahaman lainnya menyatakan bahwa: (1) terorisme bukan bagian dari tindakan perang, sehingga seyogianya tetap dianggap sebagai tindakan kriminal, juga dalam situasi diberlakukannya hukum perang; (2) sasaran sipil merupakan sasaran utama terorisme, dan dengan demikian penyerangan terhadap sasaran militer tidak dapat dikategorikan sebagai tindakan terorisme; (3) meskipun dimensi politik aksi teroris tidak boleh dinilai, aksi terorisme itu dapat saja mengklaim tuntutan bersifat politis.

Motivasi terorisme lazimnya sangat berwarna politik. Hal inilah yang menyebabkan upaya perumusan batasan peristilahan terorisme itu di PBB nyaris tidak berbuah, bahkan setelah diskusi panjang selama hampir 10 tahun. Misalnya tindakan kaum revolusioner Revolusi Sosial Rusia tahun 1900-1901, yang berhasil melakukan sejumlah besar aksi pembunuhan terhadap penjabat-penjabat pemerintahan Kekaisaran Rusia, dipandang sebagai aksi-aksi pahlawan. Akan tetapi, segera setelah Kekaisaran Rusia tumbang da Kaum Bolshevik memerintah pada tahun 1917, kaum revolusioner tersebut tidak puas pula dan melakukan cara serupa dan nyaris membunuh V.I. Lenin. Mereka kemudian dicap sebagai kaum teroris dan ditumpas Tindakan-tindakan Menghadapi Terorisme. Sejurn lah negara, termasuk Indonesia, memiliki pasukan anti-terorisme yang dipersiapkan khusus untuk menindak langsung aksi teroris di lapangan. Teroris- me lazimnya dilawan dengan: (1) sikap tegas, tanpa kompromi; (2) informasi yang jelas dan rinci; (3) penindakan langsung; (4) pengajuan teroris yano tertangkap hidup ke depan pengadilan.

Beberapa Grup Teroris. (1) Indonesia mengenal apa yang disebut Teror Warman. Organisasi ini berpusat dan beroperasi di Indonesia. Mereka mengaku berjuang di bawah bendera Islam walau tanpa kaitan dengan kelompok maupun pemahaman agama Islam mayoritas warga Indonesia. Mereka terlibat dalam aksi teror tahun 1977-1978, usaha pembunuhan terhadap dr Syamsuddin (Ketua Harian Yayasan Mesjid Is- tiqamah, Bandung) pada 20 Februari 1980, teror terhadap mesjid-mesjid di sekitar Bandung (Juni -November 1980), kasus teror di Rajapolah yang disebut Teror Warman (22 Agustus 1980), serta usaha pembakaran Hotel Hilton (29 Desember 1980), dan diduga kuat memiliki kaitan dengan Pembajakan “Woyla”, tahun 1981, maupun Pemboman BCA tahun 1985. Diperkirakan seluruh pimpinannya telah tertangkap, diadili, dan dijatuhi pidana mati.

(2) Timur Tengah mengenal kelompok teroris Abu Nidal yang sejak krisis Teluk Persia tahun 1990 bermarkas di Baghdad (sebelumnya di Suriah). Pimpinannya, Sabri Khalil al-Banna, yang dikenal sebagai Abu Nidal, sebelumnya merupakan bagian dari organisasi teror Palestina. Operasinya berlingkup interna-sional: tahun 1980 membunuh Atase Perdagangan Israel di Brussel, Belgia; tahun J 982 membunuh seorang penjabat PLO di Roma selain seorang diplomat Kuwai’ di Madrid, Spanyol; tahun 1988 membunuh delapan oranS ^an melukai 21 orang lainnya di sebuah hotel di Khartum, Sudan.

(3) Asia mengenal Tentara Merah Jepang, organisasi teroris yang berlingkup operasi internasional dan bermarkas pusat di Lebanon. Pemimpinnya yang diketahui adalah Fusako Shigenobu (seorang wanita jepang). Pada prinsipnya mereka mendukung revolusi Vlarxisme-Leninisme internasional dengan aksi terorisme dan memperjuangkan berdirinya negara Republik Rakyat Jepang. Organisasi yang didirikan tahun 1971 ini pada tahun 1972 membunuh 26 orang di Bandara Lod, Israel; tahun 1988 menembakkan peluru mortir ke Kedutaan Jepang dan Amerika Serikat di Jakarta, tetapi tidak mengambil korban jiwa.

Diperkirakan pada saat ini terdapat sekitar 50 grup teroris, yang bermarkas pusat di Timur Tengah, Eropa Barat, Asia, Eropa Tengah (misalnya Negara Bagian Armenia, bagian dari Soviet Rusia kini), Amerika Latin, dan sebagainya.

Advertisement