Advertisement

Gulma yang berperawakan perdu. Perdu ini menjalar sepanjang 2 meter atau lebih di permukaan tanah. Daunnya majemuk menyirip berpinak daun tiga. Tiap pinak daun membundar telur sungsang dengan ujung membundar atau merompong dan mencabik. Perbungaannya berupa tandan, jarang bongkol, dan muncul di ketiak daun atau ujung batang dan cabang. Bunganya yang keunguan berbentuk kupu- kupu. Polongnya lurus.

Tepa asu tersebar di Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan, Sulawesi, Filipina, Maluku, Timor, Sumba, Bali, dan Jawa. Habitatnya tepi jalan, lahan yang tidak terpelihara, tepi hutan, persawahan, hutan jati, dan tempat lain yang terbuka, pada ketinggian 1 – 2.000 meter di atas permukaan laut. Akar tunggang gulma ini dapat menembus tanah cukup dalam, sehingga banyak digunakan orang sebagai tumbuhan penutup tanah atau pencegah erosi permukaan tanah. Di samping itu, akarnya juga menghasilkan bintil nitrogen yang menyuburkan tanah. Di daerah yang tanahnya lembap, tepa asu digunakan orang sebagai pupuk hijau.

Advertisement

Advertisement