Advertisement

Yang dikembangkan oleh William Ouchi pada Hun 1981, adalah teori yang berusaha memadukan kebiasaan-kebiasaan dalam praktik bisnis di Jepang dan Amerika Serikat ke dalam satu bentuk yang menurutnya ideal untuk diterapkan oleh perusahaan-perusahaan Amerika, maupun perusahaan internasional.

Ouchi mengidentifikasikan beberapa karakteristik utama yang membedakan praktik-praktik bisnis dalam perusahaan Amerika (disebut organisasi tipe A); dan organisasi Jepang (disebut organisasi tipe J). Perbedaan-perbedaan tersebut meliputi beberapa aspek, yaitu: !amanya menjadi karyawan; model pengambilan Keputusan; pembagian tanggung jawab; sistem penilaian karya dan promosi; mekanisme pengendalian; sistem pengembangan karier; perhatian terhadap karyawan.

Advertisement

Melalui penelitian serta pengamatan beberapa tahun, Ouchi menyimpulkan bahwa beberapa karakteristik yang diterapkan dalam organisasi tipe J berhasil mendorong pertumbuhan dan sukses organisasi-organisasi tersebut, sehingga perlu ditiru oleh organisasi-organisasi lain. Karakteristik tersebut adalah pe nambilan keputusan secara kolektif, sistem penilaian karya yang tidak formal dan didasarkan atas pengamatan jangka panjang serta promosi yang lambat, dan perhatian yang menyeluruh terhadap karyawan. Sebaliknya, organisasi-organisasi tipe A memiliki juga karakter menonjol yang bisa menjadi pedoman bagi organisasi lain, yakni tanggung jawab yang dibebankan kepada individu. Dengan memadukan beberapa karakteristik khusus dari kedua tipe organisasi tersebut, terbentuklah tipe organisasi baru, yang disebutnya organisasi tipe Z, atau organisasi tipe Ameriku yang sudah dimodifikasi. Ouchi memberikan contoh beberapa perusahaan multinasional Amerika yang berhasil memadukan karakteristik- karakteristik dari kedua tipe organisasi tersebut, dan berhasil pula meningkatkan produktivitasnya, antara lain IBM, Kodak, dan Procter & Gamble.

Secara ringkas disimpulkan bahwa organisasi tipe Z adalah organisasi yang lebih bersifat kelompok (clan) daripada birokrasi. Dalam organisasi tipe Z terdapat tiga unsur yang menunjang peningkatan produktivitas dalam organisasi tersebut, yakni unsur kepercayaan; keluwesan; dan keintiman. Adanya ketiga unsur tersebut dalam suatu organisasi akan menciptakan semangat egalitarian dan kolektivisme tinggi, yang pada akhirnya akan mendorong tiap individu untuk berkarya lebih baik dan lebih banyak bagi e’ornpoknya. Dengan demikian dapat diharapkan ahwa produktivitas organisasi pun akan meningkat. Teori Z dikemukakan oleh William Ouchi sebagai salah satu kunci pemecahan masalah merosotnya produktivitas sebagian besar industri di Amerika Serikat. Gagasan ini mendapat sambutan baik dari banyak manajer profesional di berbagi negara, termasuk Indonesia. Bukunya menjadi salah satu best seller dalam dasawarsa 80-an, dan banyak organisasi berusaha menerapkan gagasan tersebut. Meskipun demikian, banyak pula pihak yang mempertanyakan keabsahan penelitian dan pengamatan Ouchi tersebut, serta kemungkinan penerapan teori yang diwarnai budaya Jepang ini dalam konteks budaya lain.

Incoming search terms:

  • apa teori tipe A J Z
  • definisi teori Z

Advertisement
Filed under : Review, tags:

Incoming search terms:

  • apa teori tipe A J Z
  • definisi teori Z