PENGERTIAN TEORI PERMAINAN

22 views

Teori permainan adalah salah satu cabang ilmu matematika yang mempelajari berbagai elemen yang saling berkait dalam pembuatan keputusan. Teori ini diterapkan pada berbagai situasi sosial di mana terdapat lebih dari satu pembuat keputusan yang disebut “pemain” (player)dan masing-masing memiliki serangkaian pilihan tindakan yang disebut “strategi’. Hasil akhirnya sangat ditentukan oleh strategi mana yang lebih unggul, dan pemilihan strategi terbaik sangat ditentuKan G I G n kemampuan pemain dalam memahami situasi dan mengadakan berbagai perhitungan. Permainan-permainan otak seperti poker dan catur banyak memberi ilham bersama dengan hasil kajian konflik-konflik ekonomi, sosial, politik dan militer. Tujuan utama teori ini adalah menentukan strategi mana yang terbaik bagi seorang pemain berdasarkan logika formal, demi memungkinkan pemain meraih tujuan rasionalnya, dan mengungkapkan berbagai kemungkinan hasil akhir. Meskipun Sermelo sudah cukup jauh mengembangkannya pada 1912, disusul oleh Borel di awal 1920-an, teori permainan baru memiliki wujud yang kokoh setelah dirumuskan oleh John von Neumann pada tahun 1928 yang saat itu disebut teorema minimax fundamental Teorema ini berlaku untuk dua orang/pihak yang sepenuhnya bersifat nol; artinya, salah satu pihak yang bisa menang/untung atas kerugian atau kekalahan pihak lain. Jika jumlah pilihan strateginya terbatas, maka setiap pihak harus berusaha memilih yang terbaik, sembari memperkirakan pilihan pihak lawan. Teorema ini menyatakan bahwa setiap imbalan dari kombinasi strategi adalah setara, kecuali satu hasil terbaik yang harus dicari oleh kedua belah pihak. Aplikasi teori permainan dalam ilmu-ilmu sosial lebih ditujukan pada situasi non-nol (kemenangan yang satu tidak harus dibarengi dengan kekalahan yang lain). Contoh permainan dua pihak yang paling dikenal adalah apa yang disebut sebagai “dilema tahanan” (Prisoners’ Dilemma), yang dikembangkan oleh Merril Flood pada 1951, yang kemudian dipoles dan diberi nama oleh Albert W. Tucker. Setiap pemain memiliki strategi dominan (yang paling besar kemungkinannya membuahkan kemenangan), namun efektivitasnya sangat ditentukan oleh strategi pihak lawan. Jadi, pemilihannya harus didasarkan pada perkiraan atas langkah yang diambil pihak lain.

Modelnya bisa diperluas untuk mencakup lebih banyak pemain. Model N-Person Prisoners’Dilemma ini dirumuskan di tahun 1970-an. Dalam model ini, setiap pemain bisa sama-sama untung atau menang jika semuanya sama-sama memilih strategi terbaik/dominan. Model ini banyak diterapkan untuk menganalisis berbagai persoalan sosial, termasuk masalah konservasi sumber daya, inflasi upah, pencemaran lingkungan, dan perlombaan persenjataan. Permainan-permainan eksperimental juga digunakan para psikolog guna mempelajari kerja sama dan persaingan antara dua orang atau lebih. Para ekonom menggunakannya untuk mempelajari pilihan kolektif dan tawar-menawar. Dalam ilmu politik dan sosiologi, teori permainan dipakai untuk menganalisis perilaku pemberian suara dalam pemilu, formasi koalisi, dan sebagainya. Kalangan antropologi sosial juga sudah menerapkannya. Selama 1970-an, aplikasi teori ini ini ditemukan pada studi evolusi perilaku sosial yang berkembang pesat dalam sosiobiologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *