Advertisement

Teori Organis, Konsepsi organis tentang hakikat dan asal mula negara adalah suatu konsep biologis yang melukiskan negara dengan istilah-istilah ilmu alam. Esensi dari teori organis dapat disimpulkan sebagai berikut. Negara dianggap atau dipersarnakan dengan makhluk hidup, manusia atau binatang. Individu yang merupakan komponen¬I, omponen negara dianggap sebagai sel-sel dari makhluk hidup itu.

ehidupan korporal dari negara dapat disamakan sebagai tulang hclulang manusia, undang-undang scbagai urat syaraf, raja (kaisar) ,c1)agai kepala, dan para individu sebagai daging makhluk hidup itu. isiologi negara sama dengan fisiologi makhluk hidup, dengan c I all irannya, pertumbuhan, perkembangan dan kematiannya Doktrin organis dari segi isinya dapat digolongkan ke dalam teori-teori organisme moral, organisme psikis, organisme biologis dan organisme sosial.

Advertisement

Negara sebagai suatu organisme moral bersifat metafisis-idealistis dan dikemukakan terutama oleh tokoh-tokoh idealis Jerman seperti Fichte, Schelling, dan Hegel. Paham organisme moral dari Fichte merupakan fase peralihan antara ajaran kontrak sosial yang mekanistik ke konsepsi organis itu. Fichte melihat negara sebagai suatu “Naturproduksi” atau suatu kesatuan organis yang meliputi semua warganegara sebagai bagian esensial dari kesatuan organis itu. Negara tidak dibuat oleh manusia, tetapi is merupakan suatu pribadi moral yang merupakan akibat dari pada kodrat manusia sebagai makhluk moral. Penyempurnaan doktrin negara sebagai organisme moral dapat ditemukan dalam tulisan Hegel, yang menganggap negara sebagai penjelmaan ekstern dari semangat moral individu. Negara dipandangnya sebagai organisme dengan kepribadian yang termulia. Karena itu, negara hams dipuja dan didewa-dewakan.

Negara sebagai organisme psikis adalah bentukan peralihan dari teori teori organisme moral yang bersifat metafisis-idealistis ke teori organisme yang bersifat bio-psikologis. Teori organisme psikis ditandai oleh tinjauan-tinjauannya yang menitik-beratkan pada segi¬segi psikologis negara. Negara dilukiskan sebagai makhluk hidup yang memiliki atribut-atribut kepribadian rohani sebagai manusia (human mental personality). Pertumbuhan dan perkembangan negara dapat dipersamakan dengan perkembangan intelektual dari individu.

Konsep organisme biologis dari negara timbul sebagai salah satu manifestasi dari pertumbuhan ilmu-ilmu biologi dalam bagian kedua dari abad ke 19. Negara diselidiki dengan menggunakan metode-metode dan penggolongan-penggolongan ilmu biologi itu, karena antara negara dan makhluk hidup terdapat persamaan¬persamaan dalam anatomi, fisiologi dan pathologinya. Jadi, asal¬mula, perkembangan, organisasi dan aktivitas negara diselidiki seperti kelahiran, struktur dan fungsi-fungsi organisme biologis.

Dan akhirnya, negara sebagai organisme sosial. Jika doktrin organisme biologis mendapatkan sokongan dari pertumbuhan ilmu¬ilmu biologi, doktrin negara sebagai organisme sosial lahir berhubung dengan timbulnya ilmu barn tentang masyarakat, yaitu apa yang sejak Comte disebut “sosiologi”. Ajaran negara sebagai organisme sosial erat hubungannya dengan—dan tidak dapat dipisahkan dari—ajaran organis dari masyarakat dan persekutuan-persekutuan lainnya. Masyarakat dipandang sebagai suatu keseluruhan yang bersifat organis. Negara sebagai salah satu bentuk perkelompokan sosial, juga bersifat organis. Comtelah yang memulai ajaran ini.

 

Advertisement
Filed under : Review,