PENGERTIAN TEORI KUANTUM

adsense-fallback

PENGERTIAN TEORI KUANTUM – Dalam fisika, renyarakan bah­wa energi terkemas dalam bentuk paket-paket atau kuanta energi. Teori kuantum radiasi pertama kali di- kemukakan oleh Max Planck pada tahun 1901, yaitu pada waktu ia menjelaskan distribusi energi radiasi yang dipancarkan oleh suatu benda. Max Planck me­nyatakan bahwa benda-benda yang memancarkan ra­diasi dapat dianggap terdiri atas osilator-osilator dan setiap osilator memancarkan kuanta energi yang besarnya adalah hf, dengan h ialah tetapan Planck (=6,62 x 10~ 27 erg.detik), dan /ialah frekuensi osila­tor itu. Teori kuantum radiasi (cahaya) Planck ini ke­mudian dipergunakan oleh Albert Einstein (1905) un­tuk menjelaskan efek fotolistrik. Jadi kuantisasi’ energi cahaya tidak saja berlaku ketika cahaya keluar dari pemancar, tetapi juga selama merambat dan sete, lah diserap oleh atau berantaraksi dengan materi” Einstein juga mempostulatkan bahwa energi atoni yang berayun (osilasi) dalam kisi kristal juga terkuan. tisasikan (1907). Teori, yang kemudian diperhalus oleh Peter J.W.Debye dan lainnya, ini cocok dengan pengamatan eksperimen bahwa kalor jenis kristal sa- ngat mengecil bila suhu nol kelvin didekati. Seolah melengkapi efek fotolistrik tersebut di atas, bela. kangan (1923) Arthur H. Compton menjumpai peris. tiwa hamburan cahaya oleh materi, sementara itu elektron terpental keluar dari atomnya. Kemudian teori kuantum ini diperluas dengan adanya postulat Niels Bohr (1913) bahwa energi elektron di dalam atom juga terkuantisasi ke dalam energi-energi orbital dalam atom.

adsense-fallback

Teori ini sering disebut teori kuantum kuno, sejak dikembangkannya mekanika kuantum. Sebelum teori kuantum dan mekanika kuantum dikembangkan, fisi- ka, khususnya mekanika, didominasi oleh teori klasik yang didasarkan pada hukum-hukum Newton (PrincU pia, 1687). Teori klasik Newton ini masih berlaku se­bagai aproksimasi. Tetapi bila orang harus bekerja de­ngan sistem dengan kecepatan partikel atau benda yang sangat tinggi (mendekati laju rambat cahaya), teori Newton harus digantikan oleh teori relativitas Einstein. Demikian pula bila orang bekerja dengan sistem mikro mendekati ukuran molekul atau atom, haruslah digunakan mekanika kuantum.

Pengembangan mekanika kuantum berangkat dari teori kuantum ini ialah dualisme partikel-gelombang Louis V. de Broglie (1923, yang dibuktikan kebenar­annya oleh eksperimen difraksi elektron Clinton J. Davisson dan Lester H. Germer dalam tahun 1927, serta George P. Thomson dalam tahun 1928), dan belakangan asas ketidakpastian dari Werner Heisen- berg (1927). Pengembangan ini dapat melalui meka­nika gelombang (persamaan diferensial Erwin Schroedinger, 1926), dengan mekanika matriks dari Heisenberg (1925), atau melalui metode aljabar non-komutatif dari Paul A.M. Dirac (1926).

 

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

adsense-fallback