Advertisement

Teori Idealistis, Teori idealistis mempunyai banyak alias. Teori ini dikenal juga dengan nama-nama lain seperti teori mutlak, teori filosofis dan lebih lazim lagi dengan nama teori metafisis. Barangkali lebih tepat jika dikatakan bahwa nama-nama itu semua tidak ada yang salah, karena masing-masing dengan sesungguhnya menampakkan sifat¬sifat khas dari teori idealistis. Teori itu bersifat idealistis karena merupakan pemikiran tentang negara sebagaimana negara itu “seharusnya ada”, “negara sebagai ide”. Teori ini bersifat mutlak karena melihat negara sebagai suatu kesatuan yang omnipetent dan omnikompetent; teori ini bersifat filosofis karena merupakan renungan-renungan tentang negara dan bagaimana negara itu seharusnya ada; dan teori itu bersifat metafisis karena adanya negara dianggap terlepas dari individu yang menjadi bagian bangsa. Negara memiliki kemauan sendiri, kepentingan sendiri dan nilai-nilai moralitas sendiri. Menentang kekuasaan negara tidak pernah dapat dibenarkan. Kewajiban menaati negara adalah suatu tugas suci, sekalipun penguasa itu tidak sah dan pemerintahan dilaksanakan oleh seorang usurpator, karena negara menjelmakan idea yang suci dan bersifat ketuhanan.

Maka dari itu, teori idealistis memandang negara sebagai kesatuan yang mistis yang bersifat supranatural. Negara memiliki hakikat-hakikat tersendiri yang terlepas dari komponen-komponennya. Ia bukan ciptaan mekanistis atau yang dibuat-buat raja, tetapi suatu kesatuan ideal yang melambangkan manusia dalam bentuknya yang megah dan sempurna. Filosof-filosof politik yang incngembangkan teori idealistis kesemuanya dapat dikembalikan kepada “bapak” teori idealistis, yaitu Kant.

Advertisement

Advertisement