Advertisement

Teori Daluwarsa, Menurut eksponen-eksponen teori daluwarsa, raja bertahta bukan karena jure divino (kekuasaan berdasar-kan hak-hak ketuhanan), tetapi berdasarkan kebiasaan, jure consuetudinario. Raja. Ian organisasinya—yaitu negara kerajaan—timbul karena adanya milik yang sudah lama, yang kemudian melahirkan hak milik. Raja bertahta karena hak milik itu yang didasarkan atas hukum kebiasaan.

Teori daluwarsa juga dikenal sebagai doktrin legitimisme dan dikcmbangkan di Perancis dalam abad ke 17. Misalnya oleh Jean I)odin yang menghubungkan teori daluwarsa atau teori legitimisme dengan teori patri-arkhal. Loseau, seorang sarjana hukum bangsa Perancis, membentangkan dan mempertahankan doktrin milik karena daluwarsa. Raja, menurutnya, bertahta dengan cara yang berbeda¬bcda, ada yang bertahta dengan seizin rakyat dan ada pula yang dengan kekuatan belaka. Tetapi semua raja yang bertahta itu kemudian mem-peroleh kedaulatan karena daluwarsa. Dengan perkata lain, raja karena daluwarsa menjadi pemilik kedaulatan. Doktrin milik karena daluwarsa, jika memang dapat menerangkan asal-mula negara-negara dan kekuasaan raja, hanya terbatas pada negara-negara yang berbentuk monarkhi saja, karena doktrin itu khusus berkisar pada raja dan negara kerajaan.

Advertisement

Advertisement