Advertisement

Hasil kerajinan berupa bahan kain yang dibuat dari benang serat kayu, kapas, sutera, dll. dengan cara memasukkan pakan secara melintang pada lungsin, yakni jajaran benang yang terpasang membujur. Kain tenunan ini dibuat dengan seperangkat alat tenun, umumnya oleh kaum wanita.

Kepandaian bertenun merupakan aktivitas budaya manusia yang berasal dari jaman prasejarah, yang dikembangkan dalam berbagai masyarakat di berbagai bagian dunia. Pusat-pusat budaya pertenunan kuno, antara lain, di daerah Asia Timur, India, dan Asia Barat. Dari sini pengetahuan itu menyebar ke berbagai bagian dunia lainnya.

Advertisement

Di Indonesia sendiri kepandaian bertenun rupanya sudah dikenal sejak beberapa abad sebelum Masehi. Kepandaian ini merupakan kelanjutan pengalaman dan pengetahuan membuat barang-barang anyaman daun-daunan dan serat kayu, yang digunakan sebagai wadah atau busana. Pengetahuan baru dari luar, antara batik. Hal itu memperlihatkan variasi yang sangat kaya dan indah, seperti yang dihasilkan oleh budaya orang Aceh, Alas, Batak, Minangkabau, Palembang, Lampung, Sunda, Jawa, Bali, Dayak, Bugis, Makasar, Manda Toraja, Donggala, Sangir Talaud, Lombok, Sumba, Manggarai, Ngada, Sawu, Rote, Timor, Alor, Tanimbar, dll.

Kini setiap suku bangsa mengangkat kembali tenunan tradisional dalam berbagai upacara adatnya. Pihak pemerintah turut pula mendukungnya lewat pekan budaya daerah, pameran tingkat nasional dan internasional, museum di daerah, museum tekstil di Jakarta, dll. Hasil tenunan menjadi salah satu ciri budaya bangsa Indonesia yangtiapat dibanggakan karena mutunya yang tinggi. Dalam pameran kerajinan internasional (International and,National Crafts Con-ference and Exhibition) yang diikuti oleh 12 negara di Jakarta tahun 1985, tenun ikat: Sumba dinilai dan disahkan sebagai tenun terbaik serta diberi penghargaan tertinggi. Seorang pengamat tekstil, Joseph Fisher, dalam bukunya Threads of Tradition: Textiles of Indonesia and Serawak, menyatakan bahwa seni tenun yang paling kaya dan canggih yang pernah ada di dunia dihasilkan di Indonesia. M.JUNUS MELALATOA

Lihat juga TEKSTIL.

Advertisement