PENGERTIAN TENTARA PELAJAR

adsense-fallback

Disingkat TP, yaitu tentara dari pelajar atau pelajar yang menjadi tentara, suatu organisasi pemuda pelajar yang mempunyai andil dalam Perang Kemerdekaan Indonesia (1945-1949). Anggota TP tersebar di seluruh Jawa. Markasnya di Yogyakarta, antara lain, menempati gedung yang terletak di Kricak (Jalan Magelang) dan gedung Tugu Kulon 70 (Gedung IPI).

adsense-fallback

Benih terbentuknya TP dimulai sejak masa pendudukan Jepang di Indonesia. Pada saat itu di antara organisasi-organisasi pelajar yang semula bersifat sosial banyak yang mengikuti kegiatan pertahanan-keamanan, meskipun para pelajar tersebut masih muda. Hasrat untuk merdeka dan cinta tanah air yang telah ditanamkan oleh para pelajar perintis dan pemuda pejuang sebelumnya menyebabkan para pelajar belajar lebih aktif, dan sebagian mulai mengadakan perlawanan terhadap Jepang. Sebelumnya Jepang melatih para pelajar dalam organisasi Pasukan Pelajar (Ga- kukotai) dengan latihan khusus yang disebut Kyoren. Akan tetapi kemudian sebagian pelajar yang dilatih Jepang tersebut mengadakan perlawanan terhadap Jepang.

Perebutan kekuasaan yang terjadi pada tanggal 25 September 1945 dimulai oleh para pelajar yang tergabung dalam Gabungan Sekolah Menengah Mataram (Gasemma), antara lain, dengan menurunkan bendera Jepang dari gedung-gedung pemerintah dan menggantikannya dengan bendera Republik Indonesia. Menyadari peranan pelajar yang besar dalam usaha mempertahankan proklamasi dan usaha perebutan kekuasaan dari Jepang, timbul kesadaran di antara mereka untuk menggalang kerja sama yang lebih kokoh. Pada tanggal 27 September 1945 mereka membentuk Ikatan Pelajar Indonesia (IPI). Pemerintah RI yang ketika itu baru iahirdan akan menghadapi ancaman Belanda yang akan kembali ke Indonesia segera menyusun sistem Pertahanan Kelaskaran Rakyat. Sesuai dengan kebijaksanaan Sistem Pertahanan Kelaskaran Rakyat Pemerintah RI, organisasi pelajar IPI menyesuaikan diri dengan membentuk IPI bagian Pertahanan. IPI-Pertahanan pada mulanya hanya membantu Palang Merah, membina pertahanan wilayah dengan penerangan, dan memberikan latihan-latihan untuk menjaga keamanan daerah, tetapi kemudian ikut aktif dalam tugas pertahanan secara langsung, yakni turut terlibat di berbagai daerah fron! pertahanan. Untuk menghadapi serangan Belanda, pemerintah RI memperkuat pertahanannya dengan mengerahkan segenap kelaskaran rakyat dan organisasi pelajar, termasuk yang tergabung dalam pasukan pelajar IPI-Pertahanan.

Pemerintah RI menyadari potensi besar yang terdapat dalam organisasi pelajar dalam keikutsertaannya membela negara. Oleh sebab itu, dengan persetujuan Markas Besar Tentara Keamanan Rakyat (MB-TKR), barisan-barisan pelajar atau pasukan resimen pelajar (termasuk IPI) dijadikan pasukan khusus pelajar, dengan nama Tentara Pelajar (TP). Akan tetapi organisasi TP tidak mempunyai kepangkatan kemiliteran Setelah terbentuknya TP, aibentuk pula Markas Besar Pertahanan Pelajar (MPP). Adapun tugas TP, antari lain, adalah: mencukupi kebutuhan pembekalan persenjataan, membuat senjata sederhana, melatih anggota-anggotanya menggunakan senjata, memutus atau merusak jembatan dan juga membuat rintangan di jalan-jalan agar gerak pasukan musuh menjadilah ban. Tetapi tugas TP yang terpenting adalah menjalankan people’s defence.

Pada saat pecahnya Agresi Militer Belanda I, Markas Pertahanan Pelajar (MPP) telah ditingkatkan menjadi Markas Tentara Pelajar (Markas TP). Tugas TP pada w tu itu adalah menahan serdadu Belanda, membantu TNI, mengadakan operasi langsung bersama dengan TNI, mengadakan gerakan sabotase, memata-matai musuh, dan membuat kubu-kubu pertahanan dan rintangan. Antara Tentara Pelajar dan organisasi kelaskaran pelajar lainnya ada kerja sama, seperti dengan Tentara Republik Indonesia Peiajar (TRIP), Tentara Genie Pelajar (TGP) serta Corps Mahasiswa (CM).

Pada masa Agresi Militer Belanda I ini kekuatan Tentara Pelajar dan pasukan pejuang lain belum dapat menginr ngi kekuatan militer Belanda. Hal ini antara lain disebabkan karena persenjataan Belanda lebih lengkap dibandingkan persenjataan TP dan pasukan pejuang RI yang lainnya. Masalah kekurangan persenjataan ini masih dirasakan sampai pada masa Agresi Militer Belanda II. Karena kekuatan persenjataan Belanda dalam Agresi Militer II masih kuat, perjuangan RI dilakukan secara gerilya sebagaimana telah digariskan oleh Panglima Besar Sudirman. Tentara pelajar yang ketika itu masih berada di asrama aan markasnya di dalam kota segera mengundurkan diri keluar kota untuk kemudian melakukan konsolidasi dengan organisasi pejuang lainnya. Setelah dirasakan kuat, pada akhir tahun 1948 mereka mengadakan penyerangan terhadap pasukan Belanda yang menguasai Yogyakarta dari arah Barat. Di samping itu Pasukan TP juga melakukan pencegatan terhadap Belanda dijalan Yogya-Kaliurang.

Selain melawan Belanda pada masa aksi militer Belanda I dan II, TP juga berjasa dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun tahun 1948. Selain penumpasan langsung di Madiun, TP, bersama-sama TNI dan organisasi lainnya, seperti TRIP dan TGP, melancarkan operasi pembersihan dan penumpasan terhadap pengikut PKI dan anak organisasinya (Pesin- do) di Jawa Tengah. Dengan demikian sekurang- kurangnya ada tiga jasa besar yang dilakukan Tentara Pelajar dalam perang kemerdekaan, yaitu: melawan aksi militer Belanda I, menumpas pemberontakan PKI (1948), dan melawan aksi militer Belanda II.

Setelah berakhirnya Perang Kemerdekaan Indonesia yang ditandai diakuinya kembali kedaulatan RI pada tanggal 27 Desember 1949 dalam perundingan KMB, Tentara Pelajar dan organisasi perjuangan lainnya (TRIP, TGP) dikembalikan pada fungsinya semula, yakni menjadi pelajar yang tidak bersenjata. Mereka diarahkan oleh pemerintah menjadi kelompok pembangunan, yakni kelompok yang dapat memberikan jasa dalam mengisi pembangunan bangsanya. Pada tanggal 1 April 1951 diadakan demobilisasi Tentara Pelajar.

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

Incoming search terms:

  • pengertian tentara pelajar
  • apa pengertian tentapel

adsense-fallback