PENGERTIAN TENGKARAS

adsense-fallback

Lebih dikenal dengan nama gaharu suatu jenis pohon hutan yang berukuran sedang atau besar yang tingginya dapat mencapai 36 meter dan keliling batangnya setinggi dada dapat mencapai 2 meter. Batangnya biasanya lurus dengan banir tebal yang tingginya sampai 2 meter. Daunnya tunggal, berbentuk lonjong mengelips dengan ujung yang mendadak menyempit cukup panjang. Perbungaannya yang muncul di ketiak daun berupa bongkol yang bertangkai dan berbunga jarang. Bunganya berwarna hijau, kuning, atau kemerahan. Buahnya berbentuk seperti buah avokad, namun kecil. Bijinya yang tunggal diliputi oleh rambut-rambut berwarna kemerahan.

adsense-fallback

Tengkaras tersebar di Semenanjung Malaya, India, Myanmar, Sumatra, Kalimantan, dan Filipina, pada hutan sekunder atau primer dataran rendah, atau perbukitan yang berketinggian sampai 700 meter di atas permukaan laut. Seperti kayu cendana, tengkaras menghasilkan kayu setanggi (pewangi dupa). Baunya yang sangat harum disukai orang Cina atau orang Arab dan India. Bau harum tersebut disebabkan karena adanya damar dalam kayu. Kayu yang tidak berda- mar berwarna putih, ringan, dan halus sekali; sedangkan yang berdamar berwarna gelap, keras, dan berat. Kayu yang sudah mengandung damar berharga sangat mahal dan diburu orang; sedangkan yang tak berdamar dan sudah dibersihkan dari bonggolnya bernilai hanya seperenam sampai sepertiga dari yang berdamar. Damar tengkaras yang terdapat di dalam poros batang berwarna kegelapan disebut gaharu pasak, sedangkan yang berada di antara kayu dan kulit kayu i disebut gaharu sakang. Gaharu yang diperoleh dari tumbuhan hidup disebut gaharu bunuh; gaharu ini dianggap lebih baik daripada gaharu yang berasal dari tumbuhan mati atau lapuk yang disebut gaharu rang- kahan. Gaharu rangkahan ini masih dikelompokkan lagi berdasarkan keadaan sewaktu ditemukan, misalnya apakah ditemukan pada pohon yang masih tegak atau sudah roboh, serta apakah bentuk dan warna damar yang diperoleh dari lapukan tersebut. Di Kapuas Hulu, orang sengaja mengubur pohon tengkaras atau menebangnya agar kayu menjadi lapuk, sehingga damarnya mudah diambil. Namun, cara seperti itu sudah tidak dilakukan lagi, karena sering terjadi pencurian atau perampasan dalam persaingan perburuan. Perburuan tengkaras di masa lalu menyebabkan tumbuhan ini terancam kelestarian jenisnya. Selain damarnya, pepagan tengkaras juga dapat dimanfaat bangunan rumah. Bijinya yang mengandung lemak padat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat minyak goreng, sebagai pengganti minyak kelapa, atau untuk membantu mengurangi rasa sakit pada luka.

Tengkawang Tungkul berupa pohon kecil dengan daun berukuran cukup besar. Pohon ini ditemukan di Kalimantan, seperti Kapuas dan Serawak, pada tanah berpasir yang miskin drainase di dataran rendah sampai dataran tinggi. Jenis ini merupakan jenis yang bermutu paling baik. Tengkawang tungkul mulai dapat berproduksi setelah berumur 12-13 tahun. Keping bijinya, yang telah dikeringkan, sering dijual sebagai padi tengkawang. Lemak yang terdapat dalam bijinya dapat dimanfaatkan sebagai pengganti mentega yang dibuat dari kelapa atau untuk membantu mengurangi rasa sakit pada luka.

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

adsense-fallback