Advertisement

SUKU-SUKU EPIGIN Rubiaceae, Kedudukan Rubiaceae ( 10.4) pada Metachlamydeae yang epigin sebanding dengan kedudukan Apocynaceae pada Metachlamydeae yang hipogin. Kedua suku ini memiliki jumlah bagian bunga yang sama pada setiap pusarannya, karenanya sesuai dengan pola dasar pokok yang sama, yaitu Satu-satunya perbedaan utama pada bunganya ialah bahwa Rubiaceae adalah epigin.

Pertelaan Suku

Advertisement

Terna, perdu atau potion. Daun berhadapan, jarang terpusar, tunggal, berdaun penumpu yang biasanya interpetiolar (yaitu antara tangkai daun dari daun yang berhadapan) atau kadang-kadang intrapetiolar (yaitu antara tangkai daun dan batang). Bunga aktinomorf, biasanya berkelamin dua. Kelopak tersu-sun atas 4-6 daun kelopak yang bebas atau berfusi, sering kali secara rudimenter menetap di atas bakal buah. Makota berbentuk tabung, terdiri atas 4-6 daun makota. Benang sari sama banyaknya dengan cuping makota. Bakal buah terbenam, biasanya ber-ruang dua, jarang ber-ruang banyak; bakal biji 1 sampai banyak dalam setiap ruang, plasenta di ketiak; tangkai putik panjang dan ramping, sering kali bercabang dua di ujungnya. Buah kapsul, buah buni atau buah batu.

Rubiaceae adalah salah satu suku tropik terbesar, dengan 5000-6000 jenis. Sifat-sifat yang paling khas dari suku ini ialah daunnya yang berhadapan, berpenumpu interpetiolar atau intrapetiolar, dan bunganya aktinomorf dengan bakal buah terbenam. Fenomena tentang dimorfisme bunga, yaitu bunga jenis-jenis tertentu ada dalam dua bentuk dan masing-masing bentuk terdapat pada tumbuhan yang berbeda, merupakan hal yang umum dalam suku ini; kedua bentuk bunga itu heterostili (ialah nisbah antara panjang tangkai putik dan benang sari bervariasi pada bunga yang berbeda.

Berbagai jenis Gardenia dan Ixora merupakan perdu yang umum ditanam, sedangkan kopi dan kina berturut-turut diperoleh dari buah Coffea arabica dan pepagan Cinchona spp.

 

Advertisement