Advertisement

Struktur Bunga, Ada empat kemungkinan tipe daun bunga: daun kelopak, daun makota, benang sari, dan daun buah. Benang sari dan daun buah dinyatakan sebagai daun bunga utama (essential _-Loral leaves), sebab daun-daun ini berisi alat kelamin, sedangkan daun kelopak dan daun makota merupakan daun bunga pelengkap (accessory floral leaves). Keempat macam daun ini tentu saja penting dalam arti bahwa semuanya adalah bagian dari sebuah mekanisme kerja. Daun bunga tersusun spiral atau lebih umum lagi terpusar (lingkaran) pada penyangga dengan daun pelengkap di luar dan/atau di bawah daun utama (6.1).

Lingkaran daun pelengkap terluar atau terbawah terdiri atas daun kelopak, yang biasanya hijau dan lebih mirip daun sejati daripada daun bunga lainnya. Daun kelopak ini bertindak sebagai pembungkus dan pelindung bunga waktu terdapat lingkaran daun makota, yang biasanya berwarna cerah dan membentuk bagian bunga yang mencolok. Secara kolektif daun makota membentuk makota (corolla).

Advertisement

Nama kolektif *bagi daun pelengkap adalah hiasan bunga (perianth) dan jika tidak ada perbedaan – yang tegas antara lingkaran luar dan lingkaran dalam dari daun pelengkap, digunakan istilah anggota hiasan bunga (perianth members), bukan daun kelopak atau daun makota (6 . 1 b). Istilah yang sama juga digunakan jika hanya ada satu lingkaran daun pelengkap, tanpa memperhatikan apakah daun itu hijau dan mirip daun kelopak atau berwarna cerah dan mirip daun makota.

Daun ‘utama’ disebut demikian, sebab daun ini merupakan daun bunga yang langsung berkaitan dengan pembiakan seksual. Lingkaran terluar terdiri atas benang sari, yang secara kolektif membentuk androesium. Benang sari membebaskan serbuk sari (mikrospora), yang selanjutnya menghasilkan inti garnet jantan. Bagaimana cara serbuk sari menghasilkan inti garnet jantan akan diuraikan pada bab berikut, dan pada bab ini satu hal yang perlu dicatat adalah bahwa setiap benang sari tersusun atas dua bagian, bagian tangkai yang steril, disebut tangkai sari (filament), dan bagian ujung yang fertil, disebut kepala sari (anther), yang menghasilkan serbuk sari.

Ujung penyangga ditempati oleh sehelai daun buah (carpels) atau lebih, yang sama halnya dengan benang sari menghasilkan spora. Walaupun begitu, dalam hal ini spora (megaspora) tidak terpencar, tetapi tumbuh menjadi inti-inti garnet betina di dalam daun buah itu. Sehelai daun buah terdiri dari tiga bagian; satu bakal buah yang berbentuk kotak yang di dalamnya terbentuk bakal biji (yang setelah dibuahi menjadi biji); sebuah penonjolan mirip tangkai disebut tangkai putik (style), dan suatu permukaan yang reseptif tempat serbuk sari diletakkan, disebut kepala putik (stigma). Jika terdapat lebih dari sehelai daun buah pada penyangga dan daun buah itu dapat dipisah-pisahkan satu dari yang lain, maka akan terdapat kepala putik, tangkai putik dan bakal buah sebanyak itu pula. Namun, lebih lazim dijumpai dua helai daun buah atau lebih berfusi membentuk satu bakal buah tunggal. Dalam hal ini tangkai putik dan kepala putik mungkin berfusi, mungkin terpisah, tetapi lazimnya terdapat kepala putik yang sama jumlahnya dengan daun buah yang berfusi menjadi satu bakal buah. Jika dua helai daun buah berfusi, akan terbentuk bakal buah yang berdaun buah dua.

 

Advertisement