PENGERTIAN SISTEM TERAS

adsense-fallback

Cara membuat petak sawah yang diterapkan pada daerah lereng. Teras ialah petak-petak sawah bertingkat yang dibuat berurutan pada lereng menurut kontur. Keadaan ini merupakan hasil pekerjaan menggali dan menimbun tanah pada lahan berlereng. Tujuannya mengurangi panjang lereng; dan membuat lahan pertanian lebih landai, memperlambat atau bahkan meniadakan aliran air permukaan sepanjang lereng, mengendalikan dan mencegah erosi serta memperbanyak air yang meresap ke dalam tanal Pekerjaan membuat teras disebut terasering. pua bentuk terasering yang lazim dijumpai adalah teras guludan dan teras bangku.

adsense-fallback

pembuatan teras guludan diawali dengan menggali tanah melintang lereng sepanjang garis tinggi (garis kontur); lalu tanah tersebut dirimbunkan ke bawah lereng, sehingga terbentuk guludan (pematang). Jarak antarguludan lebih kurang 10 meter. Pada bekas galian tanah, jadi di sebelah atas guludan, terbentuk saluran penampungan air. Lebar dan tinggi guludan, serta lebar dan kedalaman saluran bergantung pada keminngan lahan dan jarak antarguludan (lihat gambar).

Teras bangku (lihat gambar) dibuat pada lahan yang lerengnya lebih curam. Teras ini paling efektif mencegah erosi, tetapi pembuatannya memerlukan tenaga kerja dan biaya yang banyak. Biasanya bidang olah dibuat agak miring arah ke hulu lereng untuk menghindari tergenangnya air. Sawah di lereng sebenarnya juga merupakan teras bangku, tetapi dilengkapi dengan pematang yang kuat untuk menahan air.

Pertanian dengan terasering sering dijumpai di daerah yang airnya melimpah, namun bercurah hujan rendah. Misalnya di Cina, Jepang, Filipina, Indonesia, dan sekitar Laut Tengah; beberapa daerah di Afrika; dan di Pegunungan Andes, Amerika Selatan.

 

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

Incoming search terms:

  • bentuk teras yang sering digunakan pada lahan yang lerengnya lebih curam adalah

adsense-fallback