Advertisement

Sistem Kredit Semester, Saat ini sistern pendidikan yang berlaku di perguruan tinggi baik yang negeri maupun swasta adalah sistem kredit semester atau SKS. Mahasiswa diharuskan merencanakan mengumpulkan sejumlah sks (satuan kredit semester) dalam jangka waktu tertentu. Untuk semester pertama telah ditentukan jumlah sks maksimal yang bisa diambil. Jumlah sks maksimal yang bisa diambil pada semester selanjutnya ditentukan oleh prestasi mahasiswa pada semester sebelumnya yang disebut ips atau indeks prestasi semester.

Berbeda dengan sistern kuliah zaman sebelum sistem kredit semester, mahasiswa yang tidak lulus dalam mata kuliah tertentu tidak harus mengulang semua mata kuliah. Ia hanya mengulang yang belum lulus saja. Pada sistem ini tidak dikenal istilah tidak naik tingkat, tidak dikenal mahasiswa tingkat satu atau tingkat dua atau tingkat tiga dan seterusnya.

Advertisement

Sistem kredit semester menghendaki mahasiswa aktif mengatur dan merencanakan kegiatannya masing-masing. Ia harus berupaya mengumpulkan sks yang diperlukan untuk bisa dikatakan selesai menempuh pendidikannya. Untuk bisa dikatakan lulus suatu program, mahasiswa harus telah mengumpulkan sejumlah sks :

Jika ips atau ipk (indeks prestasi kumulatif) yang dicapai di bawah jumlah minimal mahasiswa akan mendapat sangsi tidak diperkenankan melanjutkan pendidikan pada program yang diambilnya dan harus pindah program lainnya atau keluar, keadaan ini disebut drop out.

Advertisement