Advertisement

SIMULASI, Dalam pengajaran modern teknik ini telah banyak dilaksanakan; sehingga siswa bisa berperan seperti orang-orang atau dalam keadaan yang dikehendaki.

Simulasi adalah tingkah laku seseorang untuk berlaku seperti orang yang dimaksudkan, dengan tujuan agar orang itu dapat mempelajari lebih mendalam tentang bagaimana orang itu merasa dan berbuat sesuatu. Jadi siswa itu berlatih memegang peranan sebagai orang lain. Simulasi mempunyai bermacam-macam bentuk pelaksanaan ialah: peer-teaching, sociodrama, psikodrama, simulasi game dan role playing.

Advertisement

Contohnya: siswa melatih mengajar di depan kelas, berperan sebagai guru. Dalam pengajaran konpeksi, siswa berperan sebagai manager; penggunting bahan, penjait, penyetrika, pengepak, pengelola keuangan dan sebagainya, mereka sedang memerankan sekelompok orang yang mengelola konpeksi pakaian.

Teknik simulasi baik sekali kita gunakan karena:

—           Menyenangkan siswa.

–              Menggalakkan guru untuk mengernbangkan kreativitas siswa.

— Memungkinkan eksperimen berlangsung tanpa memerlukan lingkungan yang sebenarnya.

— Mengurangi hal-hal yang verbalistis atau abstrak.

Tidak memerlukan pengarahan yang pelik dan mendalam.

—           Menimbulkan semacam interaksi antar siswa, yang memberi kemungkinan timbulnya keutuhan dan kegotong-royongan serta kekeluargaan yang sehat.

—           Menimbulkan respon yang positif dari siswa yang lambani kurang cakap.

—           Menumbuhkan eara berpikir yang kritis.

–              Memungkinkan guru bekerja dengan tingkat abilitas yang berbeda-beda.

Walaupun teknik ini baik dan memiliki keunggulan, tetapi masih juga mempunyai kelemahan ialah:

–              Efektivitas dalam memajukan belajar siswa belum dapat dilaporkan oleh riset.

—           Terlalu mahal biayanya.

–              Banyak orang meragukan hasilnya karena sering tidak diikutsertakannya elemen-elemen yang penting.

–              Menghendaki pengelompokan yang fleksibel; perlu ruang dangedung.

— Menghendaki banyak imajinasi dari guru maupun siswa.

—           Menimbulkan hubungan informasi antara guru dan siswa yang melebihi batas.

—           Sering mendapat kritik dari orang tua karena dianggap permainan saja.

Bila guru mampu mengurangi kelemahan-kelemahan itu, maka pelaksanaan teknik simulasi akan berhasil sekali.

Advertisement