Ini adalah suatu metodologi untuk membangun, menguji dan menggunakan program-program komputer yang meniru aspek-aspek tertentu dari perilaku sistem sosial (kata simulasi berasal dari bahasa Latin “simulare” yang artinya meniru). Sejak diperkenalkan di tahun 1960-an, simulasi komputer berkembang menjadi perangkat khusus dan bermanfaat untuk menelaah berbagai topik dalam ilmu sosial termasuk untuk merumuskan pola pembacaan dan penafsiran artefak dalam arkeologi, merumuskan dinamika populasi kecil di dalam antropologi, perilaku pengambilan suara dalam ilmu politik, proses pembentukan keluarga dan hubungan kekerabatan dalam demografi, serta taksiran hasil dalam analisis kebijakan sosial. Model simulasi komputer termaktub dalam sebuah program komputer yang menggunakan sebuah simbol yang mewakili variabel-variabel dalam suatu sistem sosial yang diamati, didukung oleh perangkat pemrograman yang mencoba memotret perilaku sistem tersebut. Dalam mengawali simulasi, setiap variabel diberi nilai awal, dan demikian pula untuk parameter-parameter yang nantinya akan mengukur perilaku sistem. Selanjutnya program simulasi akan bekerja dan menghasilkan output yang memperlihatkan perubahan nilai variabel-variabel tersebut dari waktu ke waktu. Dengan menunjukkan perubahan nilai variabel dan parameter, maka penyusun model dapat melakukan eksperimen dengan berbagai hipotesis yang tidak mungkin, tidak praktis atau tidak etis bila diterapkan terhadap sistem sosial riil. Eksperimen yang dilakukan dengan model simulasi komputer menghasilkan banyak petunjuk berharga mengenai beroperasinya sistem-sistem sosial yang kompleks itu. Sebagian model bahkan dapat menyajikan prediksi terbatas mengenai kondisi di masa mendatang. Meskipun demikian, sebagian besar ilmuwan sosial merasa pesimis dengan kehandalan prediksi itu. Itulah sebabnya eksperimen simulasi hanya ditujukan untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai proses-proses sosial yang kompleks dari menguji berbagai hipotesis dan teori, jadi bukannya untuk membuat prediksi mengenai situasi di masa mendatang.

Secara keseluruhan model-model simulasi komputer dapat dipilah menjadi dua bagian besar, yakni model makrosimulasi dan mikrosimulasi. Model makrosimulasi beroperasi seperti sistem akuntansi, la menyajikan keterangan mengenai kondisi suatu sistem sosial dalam bentuk laporan angka-angka seperti jumlah-jumlah penduduk berdasarkan usia, jenis kelamin, dan karakteristik-karakteristik sosial lainnya. Program makrosimulasi dapat menambahkan atau mengurangi angka- angka tersebut sedemikian rupa untuk meniru proses sosial yang berlangsung dari waktu ke waktu, sehingga darinya kita bisa mengetahui perkembangan jumlah pendudk. jumlah kelahiran, dan sebagainya. Banyak model makrosimulasi yang dapat dinyatakan dalam persamaan matematika. sehingga model ini merupakan alat yang tepat untuk menderivasikan hasil-hasil yang didapat dari model matematika. Sedangkan model-model mikrosimulasi biasanya lebih kompleks dan rinci ketimbang model makrosimulasi. Model mikrosimulasi beroperasi dengan fokus pada perkembangan masing-masing entitas individu (bisa orang, lembaga, keluarga, dan sebagainya) serta berbagai atributnya (jenis kelamin, usia. jumlah dan berbagai karakteristik sosial lainnya) dalam suatu populasi artifisial/buatan berskala kecil (agar dapat termuat dalam memori komputer) Dengan bantuan simulasi detik arloji, model ini dapat menv^n jadwal peristiwa mulai dari kelahiran pernikahan, perubahan status, hingga kemauan dari suatu entitas sehingga sangat membantu statistik. Hanya saja model ini sunt dipadukan dengan model matematika, namun karena itu pula model ini lebih disukai dalam riset ilmu sosial. Model-model mikrosimulasi biasa-.a c-ers.ia: stokastik, dalam arti faktor acak tertentu sengaja dimasukkan ke dalam model. Variabel-variate; acak atau random dibuat dari angka-angka semi- acak yang selanjutnya dapat dioian untux memperlihatkan pola-pola variasi keacakan dan ketidakpastian dalam sistem-sistem sosiai metode ini peneliti dapat mengerah  seberapa jauh penyimpangan atau variasi data-datanya. Karena itu pula model ini cocok untuk dipadukan dalam teknik-teknik statistik dan kcmputaskjnai yang lebih umum dan dikenal sebagai metode Monte Carlo. Eksperimen mikrosimulasi yang lengkap memerlukan banyak replikasi banyak perangkat komputer yang diperlukan/ yang satu sama lain berbeda sebagai komponen acak. Prinsip-prinsip disain dan analisis eksperimental, termasuk analisis varian, diterapkan untuk merancang dan menganalisis eksperimen mikro simulasi ini, sama halnya dengan yang dilakukan dalam riset empiris. Namun berbeda dengan riset empiris, riset mikro simulasi memungkinkan penyusun model mengontrol pola-pola keacakan hingga ia bisa mencapai tingkat kepastian hasil yang lebih baik. Fungsi simulasi komputer yang sangat penting namun acapkali terlupakan adalah pengujian model. Fungsi verifikasi, validasi, dan pengaktifan model akan sangat sulit dilakukan tanpa bantuan komputer. Verifikasi adalah pemeriksaan suatu program simulasi agar terbebas dari kekeliruan logis atau kelalaian pemrograman. Sedangkan validasi membandingkan output simulasi dengan data-data riil sebagai pengujian empiris terhadap model. Sedangkan pengaktifan adalah penyempurnaan model agar validitasnya lebih baik dan kerentanannya terhadap faktor-faktor tak terduga berkurang. Model mikrosimulasi acapkali sulit diuji secara menyeluruh karena adanya faktor acak sehingga semakin kompleks dan probabilistik modelnya pun makin sulit dilakukan. Karena itulah para peneliti selalu berusaha membuat model ini sesederhana mungkin dan hanya memasukkan parameter yang terpenting. Sama halnya dengan model ilmiah mana pun, simulasi dihadapkan pada pilihan pelik, yakni di saru sisi model yang kompleks lebih dapat digarapkan menyajikan hasil yang lebih baik, sedangkan jika terlalu kompleks atau komprehensif. maka pengujiannya kian sulit dilakukan pembahasan mengenai hal ini dapat dilihat pada Nathan Keyfitz dan Kenneth Wachter dalam Bongaarts. Burch dan Wachter, 1986). Dewan Riset Nasional di Amerika Serikat bahkan membuat ketentuan yang membatasi kompleksitas model agar dapat memberikan validasi dan dokumentasi yang lebih baik bagi model-model yang sudah ada maupun yang hendak diciptakan di masa mendatang. Praktek simulasi komputer erat kaitannya dengan kemajuan teknologi komputer itu sendiri. Eksperimen mikro simulasi pertama dilakukan oleh Orcutt yang menggunakan perangkat komputer rintisan yang memerlukan waktu begitu lama untuk beroperasi, dan dengan memori yang relatif sangat terbatas bila dibandingkan dengan perangkat komputer saat ini. Namun dengan komputer moderen saat ini pun, model-model mikrosimulasi masih saja memerlukan waktu pemrosesan yang lama, tenitama karena banyaknya replikasi yang diperlukan. Kemajuan penting yang membantu pemrograman simulasi secara efektif adalah perkembangan bahasa pemrograman khusus yang menyajikan manajemen memori secara efisien, mekanisme pemilahan waktu yang tepat, dan penciptaan angka-angka semi acak secara cepat. Buku-buku teks mengenai hal itu, yang menjelaskan konsep, permasalahan bahasa pemrograman yang relevan dengan simulasi komputer kini mudah dijumpai.