Advertisement

Buku kumpulan sajak karangan Subagio Sastrowardojo yang diterbitkan tahun 1957. Buku ini memuat 23 sajak yang sebelumnya telah diterbitkan lewat majalah-majalah sastra dan budaya. Meskipun demikian kumpulan sajak ini sempat menjadi perdebatan yang kontroversial. Di antaranya adalah sajak “Afrika Selatan” yang menggugat pemeluk agama Kristen di Afrika Selatan karena dianggap tidak melaksanakah keyakinannya dengan memberlakukan rasialisme, seolah-olah agama itu membeda-bedakan warna kulit. Juga sajak “Bulan Ruwah” yang menggugat anggapan bahwa keselamatan di akhirat hanya milik orang beragama “resmi” saja. Di samping sajak- sajak kontroversial tersebut, tema utama kumpulan ini mengandung pemikiran yang mendalam tentang kepercayaan, hidup keagamaan, dan praktik peri kemanusiaan. Ciri pemikiran yang mendalam tentang kehidupan inilah yang kemudian menjadi ciri pokok kepe- nyairan Subagio. Kumpulan sajak ini menjadi salah satu tonggak sejarah puisi Indonesia tahun 1950-an.

Dalam cetakan ulang tahun 197 1, penyair menyertakan semacam kredo kepenyairannya. Dalam kredo itu ditandaskan bahwa “puisi bagiku adalah filsafat dalam penjelasan seni”, dan bahwa “sajak adalah suara bawah sadar yang menyebabkan kita berdiri telanjang bulat di muka umum”. Pernyataannya itu tercermin dalam banyak sajak-sajaknya.

Advertisement

Advertisement