Advertisement

Adalah penggunaan simbol-simbol untuk mengungkapkan atau mengekspresikan sesuatu di luar simbol itu sendiri. Simbolisme merupakan napas hidup suatu agama. Setiap perasaan, cita-cita, dan institusi yang dihubungkan dengan fenomen t agama berada di dalam lingkaran simbol. Melalu simbol agama hidup. Jika simbol kehilangan kekuatannya, agama pun menjadi mati dan tak berguna lagi.

Simbolisme dapat mengambil berbagai bentuk. Ada beberapa wujud simbol, yakni berupa benda, kata-kata, dan tindakan. Benda dipakai untuk menyimbolkan sesuatu yang lebih tinggi. Air digunakan untuk menyimbolkan pembersihan diri. Misalnya, untuk wudlu dalam agama Islam, dan untuk pembaptisan dalam agama Kristen. Bahkan manusia sendiri dapat menjadi simbol. Dalam kebudayaan suku bany- sa simbolisme memiliki makna tersendiri. Komunikasi dilakukan melalui berbagai simbolisme.

Advertisement

Dalam bidang filsafat simbolisme cukup mendapat perhatian. Misalnya Charles Peirce (1839-1914) membedakan antara tanda, simbol, indeks, dan ikon. Ernest Cassirer (1874-1945; mengembangkan teori bentuk-bentuk simbolik sebagai dasar bagi seluruh pemahaman manusia tentang dunia. Teori simbolisme memperhatikan hakikat simbol-simbol itu mencapai artinya. Simbol sendiri memiliki arti dan benti . bermacam ragam sesuai dengan orang yang menerimanya.

 

Advertisement