Advertisement

Berasal dari kata Yunani symbolon. Dalam sejarah pemikiran ada dua arti simbol yang sangat berbeda satu sama lain. Di kalangan religius dan dalam praktik, simbol dipandang sebagai ungkapan inderawi atas realitas yang transenden; dalam sistem logika dan ilmu pengetahuan, simbol atau lambang memiliki arti sebagai tanda yang abstrak.

Simbol sering dicampuradukkan dengan tanda. Simbol merupakan sesuatu yang. dengan persetujuan bersama, dianggap sebagai gambaran atas realitas dan pemikiran. Simbol tidak menunjuk langsung pada apa yang digambarkan, sedangkan tanda menunjuk langsung pada yang ditandakan. Misalnya, bendera Merah Putih merupakan suatu simbol, sedangkan nyala merah lampu lalu lintas adalah tanda. Simbol memiliki banyak arti, merangsang perasaan, dan berpartisipasi dalam dirinya, sedangkan tanda tidak. Tanda dapat diubah menurut tuntutan kecocokan, tetapi simbol tumbuh dan mati menurut korelasi antara yang disimbolkan dan orang yang menerimanya sebagai simbol.

Advertisement

Simbol religius menunjuk pada yang ditunjukkan Ilahi. Dengan demikian simbol juga membuka wajah realitas yang terselubung. Dalam simbol-simbol puisi, kesenian visual, dan musik, wajah atau dimensi realitas disingkapkan. Dalam bidang antropologi, simbol juga berperanan cukup penting. Dalam penyelidikan tentang agama di masyarakat suku bangsa, simbol-simbol ritual merupakan bahan penyelidikan tersendiri. Di antara yang melakukannya adalah Mary Douglas, Victor Turner, dan C. Geerzt. Victor Turner melihat bahwa sebuah simbol memiliki tiga dimensi arti, yaitu dimensi eksegetik yang menafsirkan simbol dari penjelasan informan asli, dimensi operasional yang melihat simbol dari tujuan digunakannya, dan dimensi posisional yang melihat simbol dalam hubungannya dengan simbol-simbol lain.

Dalam filsafat, simbol juga mendapat perhatian khusus, antara lain dari filsuf E. Cassirer, Paul Rice- our, Herbert Spencer. Manusia itu homo symbolicus, manusia menciptakan simbol-simbol dalam berkomunikasi. Karena kemampuannya ini manusia dilihat sebagai manusia simbol. Filsafat anal itik atau filsafat bahasa menggunakan simbol-simbol sebagai kerangka penjelasan mereka.

Simbol sangat kaya dan penuh arti. Kekayaan sin – bol memberikan kesempatan untuk merefleksikan t – rinya. Simbol mendapatkan maknanya dalam konte! s tertentu. Dengan menciptakan simbol-simbol manusia makin masuk dalam kehidupannya dan makin terlibat di dalamnya.

Advertisement