Advertisement

Adalah suatu siklus kegiatan ekonomi, dari puncak kegiatan yang ditandai tingginya tingkat produksi, tingkat laba, tingkat bunga serta rendahnya tingkat pengangguran, ke titik kegiatan terendah, yang ditandai tingginya tingkat pengangguran, serta rendahnya tingkat produksi dan laba; selanjutnya kegiatan ekonomi kembali lagi menuju ke titik puncak. Dengan demikian satu siklus bisnis terbagi ke dalam empat periode, yaitu: (1) periode pada waktu kegiatan ekonomi mencapai puncaknya, yang biasanya disebut masa puncak’, (2) periode pada waktu kegiatan ekonomi mengalami pe- nurunan terus-menerus yang disebut masa resesi atau kontraksi; (3) periode pada waktu kegiatan ekonomi mencapai titik terendah yang disebut masa depresi; v+j periode pada waktu kegiatan ekonomi mulai meningkat kembali yang disebut masa pemulihan.

Siklus bisnis tersebut secara sederhana dapat di-gambarkan sebagai berikut:

Advertisement

Lama rata-rata setiap siklus adalah 8-10 tahun, meskipun selama periode tersebut terjadi siklus-siklus kecil. Menurut pengamatan Alvin Hansen, seorang ahli ekonomi dari Harvard, rata-rata lama setiap siklus yang terjadi dari tahun 1795 sampai 1937 di Amerika adalah 8,35 tahun, dengan rata-rata satu atau dua siklus kecil di antara dua periode puncak.

Teori-teori Siklus Bisnis. Secara garis besar teori siklus bisnis dapat dibagi ke dalam dua golongan, yaitu teori-teori yang lebih menekankan faktor-faktor eksternal, dan teori-teori yang lebih menekankan faktor-faktor internal.

Teori eksternal mencoba mencari penyebab terjadinya siklus bisnis di luar sistem ekonomi, seperti siklus noda matahari, perang, revolusi, gejolak politik, penemuan emas, tingkat pertumbuhan penduduk, penemuan benua baru, penemuan baru dalam bidang ilmu dan teknologi serta inovasi.

Teori internal mencoba mencari mekanisme siklus bisnis di dalam sistem ekonomi itu sendiri dan pada dasarnya siklus didorong untuk bergerak sendiri, sehingga setiap ekspansi akan mengakibatkan resesi dan kontraksi, dan setiap kontraksi akan mengakibatkan pemulihan dan ekspansi, demikian seterusnya sehingga proses ini menjadi mata rantai yang tak pernah putus.

Para ahli ekonomi masa kini pada umumnya sependapat bahwa siklus bisnis disebabkan baik oleh faktor eksternal maupun internal. Siklus ekonomi dipengaruhi oleh fluktuasi di dalam investasi atau barang- barang modal. Penyebab terjadinya fluktuasi di dalam investasi datang dari faktor-faktor eksternal, seperti inovasi, pertumbuhan penduduk. Faktor-faktor eksternal ini harus digabung dengan faktor-faktor internal, yaitu faktor-faktor yang menyebabkan perubahan awal ini diperkuat secara kumulatif dan berganda: orang-orang yang memperoleh pekerjaan pada industri barang modal akan membelanjakan sebagian tambahan pendapatannya ke barang-barang konsumsi, dan hal ini akan mengakibatkan optimisme di dalam masyarakat bisnis, perusahaan mulai mencari kredit dari bank atau mencari modal di pasar modal. Optimisme ini juga akan mendorong adanya investasi dan penemuan-penemuan baru. Maka kegiatan ekonomi meningkat jauh lebih besar dari dorongan awalnya. Dari proses ini kita dapat menyimpulkan bahwa investasi merupakan akibat tetapi juga sebab dari peningkatan kegiatan ekonomi.

Advertisement