Advertisement

Suatu alat yang digunakan untuk mem-bersihkan gigi. Alat ini terdiri atas tangkai dan kepala sikat. Pada kepala sikat gigi terdapat bulu sikat gigi yang ditanamkan secara berumpun. Setiap rumpun mempunyai bulu sebanyak kira-kira 10 buah. Rumpun ini ditanam berjajar dengan kerapatan beraneka, tergantung pabrik pembuatnya. Ada dua jenis bulu yang biasa dipakai, yaitu bulu yang terbuat dari nilon dan bulu alami yang berasal dari bulu binatang yang agak kaku.

Sikat gigi sudah dikenal sejak sekitar 300 tahun yang lalu, dan mula-mula dilaporkan dipakai di Cina. Pada waktu itu, tangkainya terbuat dari tulang binatang, dan bulu sikatnya dari bulu babi yang cukup kaku. Dewasa ini tangkai sikat gigi terbuat dari plastik, sedangkan bulunya dari nilon. Berdasarkan kekakuan nilon ini dikenal tiga jenis sikat gigi, yaitu sikat gigi keras, sikat gigi medium, dan sikat gigi lembut. Bulu alami tidak dipakai lagi, karena ditinjau dari segi kesehatan tidak menguntungkan. Di bagian tengah rambut atau bulu alami terdapat saluran yang sangat halus, sehingga kotoran mudah masuk ke dalamnya dan menjadi sumber penyebar kuman penyakit. Sebaliknya, bulu sikat dari nilon adalah padat, tidak menyerap kotoran, dan mudah dibersihkan. Panjang bulu sikat dari nilon tergantung pada kelenturannya, namun paling panjang sekitar 10 milimeter. Para ahli kedokteran gigi menganjurkan agar ujung bulu sikat nilon ini bulat, sehingga tidak tajam dan merusak jaringan di mulut sewaktu menggosok gigi.

Advertisement

Sesuai perkembangan teknologi, dewasa ini dikenal sikat gigi yang dapat digerakkan dengan baterai atau listrik untuk digunakan oleh orang cacat. Sikat ini tidak dianjurkan dipakai oleh orang normal, karena pemakaian sikat gigi manual lebih efektif dan dapat dengan mudah disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan si pemakai.

Advertisement