Advertisement

Perdu tegak yang bercabang banyak. Tingginya 1,5-4 meter. Daunnya bundar telur me- lanset dengan pangkal menjantung hingga membundar; permukaan bawahnya berbintik-bintik hitam dan berbulu mengeripik lebat. Perbungaannya berupa tandan yang muncul di ketiak daun yang sudah luruh. Bunganya berwarna merah. Buahnya buah kotak yang berdinding tipis. Bijinya kecil dan banyak.

Sidawayah dapat dijumpai secara lokal di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Madura, pada ketinggian 30 – 1.000 meter di atas permukaan laut, terutama di tempat terbuka, padang rumput, semak belukar, dan tepi hutan. Perdu ini juga tumbuh di Timor. Menurut catatan terdahulu, sidawayah dianggap berkhasiat sebagai obat. Bubukan kering daunnya dapat menyembuhkan penyakit kulit, seperti koreng dan borok; sedangkan seduhan daunnya berkhasiat memperlancar buang air kecil. Bubukan buah yang kering atau yang telah dibakar digunakan untuk mempercepat pengeringan tali pusat pada bayi. Bijinya dimanfaatkan sebagai obat encok dan sakit ginjal yang terasa nyeri dan kencing darah. Seduhan akar atau batangnya digunakan sebagai obat disentri.

Advertisement

Klasifikasi Ilmiah. Sidawayah tergolong suku Lythraceae (bungur-bunguran); nama ilmiahnya Woodfordia fruticosa

Advertisement