PENGERTIAN SIARAN SALURAN TERBATAS TELEVISI

adsense-fallback

Yang biasa disingkat SST televisi, diperkenalkan di Indonesia ketika Presiden Soeharto meresmikan stasiun siaran televisi swasta yang pertama di Indonesia, Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI), pada tanggal 24 Agustus 1989. Dikatakan siaran terbatas karena pemirsanya terbatas hanya pada pelanggan yang membayar iuran secara bulanan.

adsense-fallback

Pay TV atau toll 7V, sebutan yang lazim bagi SST di Amerika Serikat, diperkenalkan pada tahun 1962 ketika stasiun percobaan di kota Hartford, Connecticut, menyiarkan acaranya di saluran UHF (ultra high rec/uency, frekuensi ultra tinggi). Barulah pada bulan desember 1968, SST televisi diizinkan oleh Federal Communications Commission (FCC) atau Komisi Komunikasi Federal untuk beroperasi secara penuh. Pada umumnya acara yang ditawarkan adalah film cerita baru, baik produksi televisi maupun kopi film- film yang beredar di gedung bioskop. Acara lainnya meliputi musik dan olahraga, yang keduanya menyedot banyak pelanggan.

SST seperti yang dikelola RCTI selama setahun sejak didirikan mengacak (scrambling) siarannya sebelum dipancarkan oleh antena. Apa yang diterima oleh antena tv di rumah pelanggan adalah sinyal acak yang tidak mungkin dapat dinikmati oleh yang bukan pelanggan karena gambarnya hanya berupa garis-garis tidak teratur yang terus-menerus menggulir secara vertikal. Pelanggan harus mempunyai alat yang disebut dekoder, yakni alat pemecah kode-kode acak yang dibawa oleh gelombang radio pembawa sinyal tv dan mengembalikannya menjadi gambar normal. Stasiun SST televisi dilengkapi dengan komputer khusus yang akan selalu memantau pelanggan yang menunggak iuran. Data dari komputer ini menyebabkan dekoder pelanggan yang menunggak tidak dapat berfungsi sehingga siaran yang diterima akan teracak dan pada dekoder akan tertulis kata UA (unauthorized, tak berizin).

Sejak hari ulang tahun Televisi RI (TVRI) yang ke-28 pada tanggal 24 Agustus 1990, RCTI yang jangkauan siarannya mencapai seluruh daerah Jabotabek (Jakarta-Bogor-Tangerang-Bekasi) sudah tidak menerapkan sistem SST sehingga dekoder tidak diperlukan lagi. Pada har’i yang sama, stasiun televisi swasta di Surabaya bernama Surya Citra Televisi (SCTV) dengan resmi mengudara pula. Denpasar dan Bandung juga segera menyusul, masing-masing dengan nama Stasiun Penyiaran Televisi Swasta Umum (SPTSU) dan RCTI Bandung. Ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang baru bahwa di setiap ibu kota propinsi boleh didirikan stasiun televisi swasta.

Televisi Kabel. Selain siaran saluran terbatas yang menggunakan dekoder untuk membatasi pemirsanya, ada cara lain yang dapat diterapkan. Cara pertama ialah apa yang disebut cable TV (televisi kabel) atau community antenna television (CATV, televisi antena kolektif)- Awal perkembangan CATV adalah ketika sekelompok penduduk di Lansford, Pennsylvania, Amerika Serikat, merasakan perlunya menerima siaran televisi dari stasiun tv yang terlalu jauh jaraknya. Mereka mendirikan sebuah menara antena yang tinggi, dan dari antena kolektif tersebut, setelah diperkuat kembali, sinyal tv disalurkan ke rumah-rumah melalui kabel koaksial. Setiap pengguna berkewajiban memberi iuran bulanan. CATV berkembang menjadi bisnis raksasa yang melibatkan ribuan pelanggan, setelah penduduk kota-kota besar yang merasa disesaki oleh pencakar-pencakar langit di sekitar rumahnya mengalami kesulitan menerima siaran televisi lokal.

Cara kedua adalah CATV yang terpaksa harus memakai fasilitas penyambungan-ganda gelombang mikro (radio-link) sebelum diterima oleh antena kolektif seperti CATV biasa. Cara ini ditempuh jika stasiun tv yang dimaksudkan terlalu jauh sehingga siarannya tidak dapat diterima dengan baik.

Cara ketiga adalah model penyiaran dengan sistem tertutup (closed-circuit pay television). Acara siarannya tidak diudarakan tetapi disalurkan melalui kabel koaksial kepada para pelanggan.

Di Indonesia, selain SST televisi yang resmi diatur oleh surat keputusan menteri penerangan, ada pula sejenis SST yang jarang diketahui oleh khalayak. SST jenis ini adalah sistem pendistribusian penerimaan siaran televisi dari satelit-satelit Palapa dan Intelsat yang lebih dikenal sebagai antena parabola (television receive only, TVRO)! Apa yang dilakukan oleh hotel- hotel di Indonesia untuk mendistribusikan siaran RTM-3 Malaysia atau CBS dari daratan Amerika Serikat, misalnya, ke kamar-kamar yang disewakannya, telah diatur dalam perundang-undangan.

Tetapi ada kompleks-kompleks perumahan tertentu yang menerapkan sistem SST berkat kreativitas warganya yang kebetulan teknisi elektronika amatir. Mereka membeli sistem antena parabola yang cukup baik, dan dengan penguat sinyal video buatan sendiri dapat menyalurkan siaran tv luar negeri ke rumah-rumah dalam lingkungan rukun tetangga (RT) atau bahkan lingkungan rukun warga (RW).

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

adsense-fallback