Advertisement

Seri-formasi Rawa Musiman, Formasi-formasi Rawa-musiman terdapat di tempat-tempat yang kelembapan tanahnya nyata sekali berfluktuasi secara musiman, yang berubah-ubah dari kondisi tergenang sampai kondisi kering. Kondisi seperti itu terjadi bila hujan deras musiman dan drainase yang terhambat secara bersama-sama menyebabkan stagnasi air dalam tanah dan kekurangan oksigen sebagai akibatnya. Ini akan terjadi pada lahan datar yang mempunyai lapisan padas di bawah tanah yang tidak tembus air, yang mungkin terletak dekat permukaan atau pada kedalaman lebih dari satu meter. Selama musim basah tanah tergenang air untuk jangka waktu yang beraneka. Pada musim kering tanah mengering yang memungkinkan terjadinya aerasi paling tidak pada lapisan atasnya. Urutan berbagai formasi dalam seri Rawa-musiman ditentukan oleh kuatnya pergiliran antara penggenangan dan pengeringan. Pada umumnya topografi datar, lapisan padas dangkal dan curate -nujan musiman yang kuat menyebabkan terjadinya kondisi yang paling jelek. Pergiliran antara kondisi tanah yang sangat Dasah dan sangat kering terlalu ekstrem untuk pertumbuhan potion dan merupakan penyebab terbentuknya savana alami di Amerika tropika. Savana di Afrika biasanya terbentuk oleh sebab-sebab lain, terutama kebakaran sebagai akibat kegiatan manusia.

Formasi Rawa-musiman yang menyerupai hutan dicirikan oleh kanopi yang tidak teratur. Mungkin saja lapisan-lapisan kanopi dapat dibedakan tetapi lapisan-lapisan tersebut tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Tinggi kanopi hutan sangat bervariasi, bahkan dalam suatu daerah yang kecil. Meskipun demikian, dengan menjadi buruknya kondisi lingkungan, berbagai formasi menunjukkan pengecilan perawakannya secara progresif. Seperti halnya dengan seriformasi Rawa, di sini terdapat ketidaksinambungan nyata antara ujung seri (hutan-Rawa-musiman) dan hutan Hujan, dan tidak terdapat bentuk antara yang menjembatani kesenjangan tersebut. Pada masa lampau, kehadiran dan ketidakhadiran jenis-jenis palma dianggap sebagai suatu karakter diagnostik penting. Oleh karena ada juga varian hutan Hujan, hutan Musiman dan komunitas Rawa yang dirajai oleh palma, maka komunitas Rawa-musiman yang di dalamnya terdapat jenis-jenis palma sebaiknya dianggap hanya sebagai varian.

Advertisement

Dari pembahasan tentang kondisi habitat dalam formasi Rawa dan formasi Rawa-musiman, jelas sekali bahwa tanah merupakan faktor pengendali yang dominan. Karena penga-ruh air tanah, formasi-formasi tersebut akan tampak mirip sekali di mana saja di daerah beriklim tropika dengan kondisi tanah yang semestinya.

Seperti telah disebutkan di muka, kelembapan merupakan faktor “utama” yang mempengaruhi penyebaran dan struktur vegetasi tropika. Bila tanah merupakan faktor habitat yang penting, sifat-sifat fisik tanah (misalnya kesarangan atau porositas) biasanya dianggap sangat penting karena penga-ruhnya terhadap kandungan air tanah. Meskipun demikian, dalam berbagai kasus tertentu sifat-sifat kimia tanah tampak-nya merupakan faktor utama yang berpengaruh. Hutan Mangrove, yang merupakan padanan hutan Rawa, dengan kondisi air payau, tidak akan dapat hidup baik dalam air laut murni maupun dalam air tawar di sungai-sungai. Dengan demikian, Mangrove boleh dikatakan hidupnya terbatas pada hamparan lumpur pasang-surut yang tertutup air payau pada waktu pasang sebab hanya dalam kondisi seperti itu keperlu-an-keperluan kimianya yang khusus dapat terpenuhi. Oleh karena hutan Mangrove memerlukan kondisi salinitas terten-tu dalam tanah, mangrove dapat dianggap sebagai suatu ekspresi murni dari kondisi tanah. Meskipun demikian, komunitas ini bergantung pula kepada iklim, dalam arti kata bahwa mangrove hanya terdapat di daerah tropika.

 

Advertisement