Advertisement

Seri-formasi Pegunungan, Bila kita mendaki sebuah gunung tinggi di daerah tropika, maka sederetan mintakat-mintakat vegetasi yang tidak terda-pat di lahan pamah tropika akan dilalui. Berbagai tipe vegetasi lahan pamah tropika benar dapat mencapai pegunungan, tetapi bila keperluan habitatnya terpenuhi. Perubahan-perubahan vegetasi yang sejalan dengan pertambahan ketinggian dari permukaan laut sering kali dapat dibandingkan dengan urutan jalur-jalur tipe vegetasi yang sejajar dengan garis khatulistiwa. Perbandingan seperti itu hendaknya tidak diterima begitu saja, sebab pergantian musim panas dan musim dingin, yang merupakan ciri khas kawasan garis lintang tinggi, tidak terdapat di kawasan tropika. Seperti halnya dengan seri-formasi lain, perawakan formasi Pegunungan mengecil secara progresif sejalan dengan perubahan kondisi habitat yang semakin buruk ke arah puncak gunung. Bila gunung cukup tinggi, formasi yang terdekat dengan puncak (tundra) bergabung dengan salju abadi. Urutan formasi vegetasi pegunungan sangat rumit untuk dibahas di sini karena posisi elevasi bukan satu-satunya faktor yang berpengaruh. Sebagai misal, urutan di pegunungan yang mengalami kekeringan secara musiman akan berbeda dengan urutan di pegunungan yang selalu basah dan tertutup awan.

Berbagai formasi pegunungan pada dasarnya mencermin-kan pemintakatan iklim yang berkaitan dengan elevasi. Meskipun suhu turun secara teratur dengan menaiknya elevasi, masih banyak faktor-faktor iklim yang penting selain suhu dalam lingkungan pegunungan. Faktor-faktor tersebut termasuk jumlah dan penyebaran curah hujan, kelembapan udara, awan, intensitas cahaya, dan singkapan (exposure). Singkapan sebagai faktor ekologi merupakan campuran berbagai efek dan yang paling penting adalah efek angin kencang. Pada lereng gunung yang curam, efek ini diperburuk .agi dengan tanah dangkal, yang akibatnya kurang ruang untuk pertumbuhan akar, sehingga dalam keadaan demikian pohon-pohon yang besarnya melebihi ukuran tertentu akan patah atau tumbang oleh angin. Tidaklah mungkin menekankan secara berlebihan pentingnya singkapan dalam menentukan sifat-sifat vegetasi pegunungan. Hal ini benar sekali dalam daerah berembun di mana pola penyebaran berbagai formasi berkolerasi dengan derajat singkapan.

Advertisement

Ringkasan klasifikasi vegetasi Amerika tropika menurut Beard tersebut di atas melukiskan bagaimana iklim dan tanah, melalui efeknya terhadap kondisi kelembapan habitat, mempengaruhi komposisi dan struktur komunitas tumbuhan. Meskipun hanya tipe-tipe vegetasi Amerika tropika yang telah dikemukakan, prinsip-prinsip yang terkandung di dalamnya berlaku juga di seluruh kawasan tropika. Kita curahkan sekarang perhatian pada faktor habitat ketiga yang cukup luas, yang disebut faktor-faktor biotik yang berasal dari berbagai kegiatan organisme hidup.

Advertisement