Advertisement

Seri-formasi Musiman, Formasi-formasi musiman terdapat pada tempat-tempat yang mempunyai drainase baik dengan penyebaran curah hujan musiman secara nyata, yang menyebabkan pengeringan tanah dan penurunan kelembapan udara pada waktu-waktu tertentu dalam kurun waktu setahun. Dalam menilai pengaruh curah hujan terhadap vegetasi, angka curah hujan tahunan secara tersendiri dapat menyesatkan sebab selama musim hujan, kelebihan curah hujan akan mengalir begitu saja dan tidak tersedia bagi tumbuhan. Faktor-faktor penting yang perlu diperhatikan adalah lama dan kuatnya musim kering. Ditaksir bahwa di seluruh Amerika tropika dalam kondisi drainase normal, diperlukan curah hujan bulanan sekitar 10 cm agar evaporasi tidak melebihi presipitasi, sebab bila tidak kekeringan akan mempengaruhi pertumbuhan. Oleh karena itu, lamanya musim kering dapat diukur dengan jumlah bulan secara berurutan dengan curah hujan kurang dari 10 cm. Curah hujan yang lebih dari 10 cm per bulan barangkali tidak akan mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap vegetasi sebab air kelebihan akan mengalir meninggalkan tanah yang tetap lembap.

Lamanya kekeringan musiman menentukan derajat penyimpangan vegetasi dari hutan Hujan, sehingga bila kekeringan musiman sangat pendek vegetasi akan sangat mirip dengan hutan Hujan. Bila kekeringan musiman menjadi lebih kuat, perawakan vegetasi mengecil dan strukturnya menjadi lebih sederhana yang disebabkan oleh menurunnya jumlah lapisan. Kebiasaan menggugurkan daun menjadi hal yang lebih umum yang pertama tampak pada lapisan atas dan kemudian lapisan lebih bawah. Tidaklah mengherankan bahwa lapisan-lapisan bawah tetap hijau ketika lapisan atas meranggas karena iklim mikronya lebih lembap. Terdapat pula kecenderungan ukuran daun-daun menjadi lebih kecil, tumbuhan dengan daun-daun yang berukuran kecil, yang jarang terdapat di hutan Hujan, menjadi lebih umum ke arah ujung yang kering dari seri-formasi. Kehadiran duri-duri pada tumbuhan juga menjadi hal biasa.

Advertisement

Seri-formasi musiman dapat dibayangkan sebagai suatu deretan yang menerus yang dimulai dengan hutan Hujan dan berakhir dengan gurun yang gundul. Antara dua ekstrem ini deretan dapat dibagi menjadi lima fase. Meskipun garis-garis pembatasannya dibuat sebarang, dalam praktek pembagian yang dibuat oleh Beard itu tepat, lima formasi tersebut dilukiskan dalam  13.2.

Terlihat bahwa struktur formasi menurun dengan teratur. Hutan Hujan, titik awal dari semua seri-formasi tropika, mempunyai tiga lapisan, yang teratasnya sinambung. Hutan Malarhijau Musiman (Evergreen Seasonal Forest), yang tertinggi dalam deret musiman, juga mempunyai tiga lapisan tetapi lapisan teratasnya tidak menerus dan kanopi dibentuk oleh lapisan kedua. Dalam hutan Semi-Malarhijau Musiman (Semi-evergreen Seasonal forest) hanya ada dua lapisan dan lapisan atasnya tertutup, dan dalam hutan Meranggas Musiman (Deciduous Seasonal forest) lapisan atas menjadi tidak menerus. Hutan pendek berduri (Thorn woodland) hanya mempunyai satu lapisan potion, dan dalam semak Kaktus (Cactus scrub) hanya terdapat semak-semak dan tumbuhan sukulen.

Terlihat jelas bahwa formasi Musiman secara pradominan dikendalikan oleh iklim. Batasan-batasan iklim bagi ketiga hutan yang merupakan anggota jenis ini.

 

 

 

Advertisement
Filed under : Ilmu Alam,