Advertisement

Seri-formasi Malarhijau Kering, Formasi Malarhijau Kering (Dry Evergreen formation) terdapat di daerah-daerah yang secara permanen menderita kekurangan air yang tersedia. Ini mungkin disebabkan oleh drainase yang berlebihan (misalnya pada tanah dangkal yang terdapat di atas batu kapur yang sarang, atau pada tanah pasir yang dalam) atau evaporasi yang berlebihan sebagai akibat dari angin kencang dan kelembapan rendah (misalnya di daerah pesisir yang terbuka). Tumbuhan yang dapat bertahan dalam kondisi seperti itu harus tahan akan kekeringan, dan karenanya tidak mengherankan bahwa ciri khas utama tumbuhan Malarhijau Kering ini adalah kehadiran daun-daun yang sklerofil (menebal seperti kulit atau menjangat dan keras) yang selalu hijau. Ciri khas lainnya adalah bahwa banyak tumbuhan mengandung getah atau minyak atsiri.

Intensitas kondisi kering yang berjalan dalam sebagian besar waktu dalam setahun berkisar dari sangat lemah sampai luar biasa kerasnya. Variasi seperti itu tercerminkan dalam perawakannya yang mengecil secara progresif. Tidak seperti formasi musiman, yang lapisannya secara berturut-turut pertama menjadi tidak menerus dan kemudian tidak ada, formasi-formasi dalam Seri Malarhijau Kering ini selalu mempunyai lapisan kanopi dengan pohon-pohon yang mencuat di atasnya dan tumbuhan di bawahnya hanya sedikit atau tidak ada, tetapi semakin mendekat ke ujung bawah seri ini tinggi dua lapisan tersebut semakin berkurang. Seri Malarhijau Kering dapat dikan sebagai suatu seri yang panjang dan menerus, di mana pengenalan berbagai formasi yang berbeda ( 11.3) merupakan usaha untuk membaginya menjadi suatu urutan tipe-tipe secara teratur.

Advertisement

Formasi-formasi Malarhijau Kering sering dapat dijumpai di daerah-daerah dengan kondisi iklim regional yang serupa dengan iklim yang menunjang formasi-formasi Musiman. Faktor yang penting sekali yang menentukan yang mana di antara dua seri formasi akan terdapat di suatu daerah tertentu tidak diragukan lagi adalah kapasitas penyediaan air dar tanah. Dengan demikian, di suatu daerah dengan kondis: curah hujan yang selama lima bulan berturut-turut kering (curah hujan setiap bulan kurang dari 10 cm) dan dengaz tanah yang kelembapannya tidak cepat habis, sudah hampi: pasti bahwa hutan Meranggas Musiman akan berkembanz karena kekeringan akan timbul secara musiman. Dalam polycurah hujan yang sama tetapi pada tanah yang tipis di atas batu kapur yang sarang, maka semak Malarhijau Kering dapat diharapkan akan berkembang karena dengan kondisi seperti itu pertumbuhan pohon akan mengalami kekeringan hampir sepanjang tahun. Pengaruh yang dominan dari iklim dalam mengendalikan penyebaran formasi-formasi Musiman dengan demikian diubah oleh tanah yang drainasenya berlebihan. Ini memberikan contoh bagaimana pentingnya faktor tanah dalam menguasai vegetasi. Meskipun demikian, iklim masih penting pada vegetasi Malarhijau Kering karena pada tipe tanah mana saja, suatu formasi Malarhijau Kering tertentu akan diganti oleh formasi lain yang kedudukannya lebih tinggi dalam seri yang sama bila iklim menjadi lebih menguntungkan bagi pertumbuhan. Oleh karena itu, formasi-formasi Malarhijau Kering mencerminkan pengaruh gabung-an antara iklim dan tanah yang sukar untuk dipisahkan karena dua faktor ini berinteraksi antara yang satu dengan lainnya.

Salah satu asumsi dasar yang melandasi sistem klasifikasi Beard adalah bahwa sifat-sifat suatu komunitas tumbuhan mencerminkan habitat; dalam arti kata lain, struktur serupa yang dimiliki dua komunitas dengan komposisi flora yang berbeda berarti bahwa dua komunitas tersebut tumbuh dalam kondisi habitat serupa. Atas dasar inilah komunitas-komuni-tas litoral yang sudah umum dikenal di pantai laut di mana angin selalu bertiup dianggap sebagai vegetasi Malarhijau Kering yang dipengaruhi oleh Laut. Dengan demikian hutan pendek Litoral dan semak Litoral, berdasarkan strukturnya, disamakan dengan hutan pendek Malarhijau Kering dan semak Malarhijau Kering. Ini bukan menyarankan namanama komunitas litoral yang telah mantap supaya dibuang, tetapi padanannya dengan vegetasi Malarhijau Kering di pedalaman hendaknya dikenal juga.

 

Advertisement