PENGERTIAN PSIKOLOGI PERKEMBANGAN

adsense-fallback

Psikologi perkembangan merupakan perubahan struktur dan proses psikologis dalam hidup seseorang. Sekalipun biasanya dipusatkan pada masa kanak-kanak, pengamatan dalam disiplin ini bisa dan telah diperluas hingga mencakup masa dewasa dan usia lanjut Ada dua faktor yang membangkitkan disiplin psikologi perkembangan. Pertama, pernyataan Darwin mengenai kaitan manusia dengan alam yang telah menghidupkan kembali diskusi di antara para ahli filsafat sepert Locke. Kant dan Rousseau mengenai asal muasai pemikiran Masa kanak-kanak dikaji dengan harapan akar. nenyingkap rahasia hubungan antara manusia dan hewan. Darwin sendiri menyimpan catatan mengenai anak pertamanya, yang kemudian ditiru oleh nama-nama besar lainnya. Ini Bertolak dari peran Danvin dalam penciptaan psikologi perkembangan itu, maka pandangan- pandangan biologis yang menganggap perkembangan sebagai pembukaan kemampuan dan ciri- ciri yang telah terprogram secara genetik, telah terwakili di dalamnya. Pandangan-pandangan yang pernah dinyatakan mengenai hal ini antara lain adalah teori Stanley Hall yang berpendapat perkembangan mengakhiri evolusi, pendapat Sigmund Freud mengenai tahap-tahap perkembangan , keyakinan Arnold Gesell mengenai jadwal tetap pertumbuhan, pendapat John Bowlby mengenai penggabungan impuls lingkungan sebagai suatu mekanisme yang bersifat instingtif dan model yang dikemukakan oleh Chomsky mengenai kemampuan berbahasa yang dibawa sejak lahir. Riset terakhir mengenai perkembangan biologi-syaraf juga meneruskan tradisi ini. Para pakar yang meyakini pengaruh lingkungan juga mempunyai peran penting dalam disiplin ini. Behaviorisme, yang mengkaitkan semua perubahan dengan kondisi, mungkin telah gagal menjelaskan secara memuaskan berbagai fenomena perkembangan, namun upayanya untuk meniru metodologi dari ilmu-ilmu alam telah meninggalkan sebuah jejak penting pada disiplin ini. Kini banyak psikolog penganut disiplin perkembangan yang menyetujui satu atau bentuk lain pandangan interaksionisme yang menyatakan bahwa perkembangan manusia adalah hasil dari interaksi pengaruh-pengaruh eksternal dan internal. Faktor kedua yang mendorong pertumbuhan psikologi perkembangan adalah harapan untuk memecahkan masalah-masalah sosial. Pendidikan wajib telah menyadarkan kelemahan metode-metode pengajaran tradisional dan menyerukan penciptaan suatu metode baru yang didasarkan pada pemahaman keilmuan terhadap pemikiran anak. Kegagalan ilmu kejiwaan abad 19 memacu pencarian penyebab gangguan mental dan kejahatan, yang dianggap terbentuk pada masa kecil. Penerapan psikologi perkembangan terhadap berbagai masalah sosial selanjutnya mendorong penciptaan subdisiplin-subdisiplin pengetahuan, kejiwaan dan sosial. Kenyataan bahwa saling-keterkaitan (interplay) berbagai dimensi dari perkembangan mental perorangan sering terabaikan, juga telah memunculkan dorongan untuk merumuskan kajian mengenai hal itu secara lebih baik. Dalam disiplin psikologi kognitif/kesadaran (cognitive psychology), sumbangan psikolog Perancis Jean Piaget (1896-1980) belum tersusul atau menghadapi tantangan. Piaget mengembangkan teori interaksionisme yang menjelaskan bahwa anak secara biologis dikaruniai oleh dorongan untuk beradaptasi terhadap lingkungan, atau untuk berusaha mencapai keseimbangan mental. Struktur kesadaran dibangkitkan searah dengan perlawanan anak terhadap dunia luar. Piaget menyatakan perkembangan pemikiran mengikuti suatu kemajuan tahap-tahap khusus dan universal, dan sebagian besar karyanya dibaktikan untuk menggambarkan ciri-ciri dari tahap-tahap tersebut. Teorinya sering dianggap sebagai sebuah teori biologi sekalipun bagi Piaget tahap perkembangan tidak ditentukan oleh gen, melainkan oleh logika dan struktur dari kenyataan itu sendiri. Pengakuan penuh terhadap karya Piaget di AS harus menunggu bangkitnya kembali perhatian terhadap masalah-masalah pendidikan selama pertengahan 1950-an dan runtuhnya keyakinan terhadap behaviorisme yang lebih dikenal sebagai revolusi kesadaran yang terjadi pada tahun 1960. Selanjutnya, para psikolog perkembangan seperti Jerome Bruner menantang pernyaiaan Piaget mengenai subyek epistemis tunggal dan menghidupkan kembali ide-ide yang dikembangkan di Rusia oleh Lev Vygotsky (1896-1934) seratus lima puluh tahun yang lalu. Sebagai penganut Marxisme, Vygotsky menekankan kekokohan semua pemikiran dan tindakan dalam suatu konteks sosial; baginya berpikir adalah pencapaian kolektif, dan perkembangan kesadaran sebagian besar merupakan suatu masalah internalisasi budaya. Ide-ide provokatif yang disampaikannya ternyata meningkatkan antusiasme para psikolog pengamat perkembangan. Psikolog-psikolog lainnya bertahan pada keyakinan mereka pada pendapat Piaget bahwa kanak-kanak adalah pemikir yang unik, dan mereka berusaha untuk memahami perkembangan pemikiran melalui perujukan terhadap analogi komputer atau fisiologi syaraf.

adsense-fallback

Kajian mengenai perkembangan sosial dan kejiwaan sebagian besar didorong oleh perhatian terhadap kesehatan jiwa, kejahatan anak-anak, dan lonjakan angka pidana. Beberapa teori yang berusaha menjelaskan masalah perkembangan dikemukakan oleh Sigmund Freud, yang diundang berkunjung ke Amerika oleh Stanley Hall pada tahun 1909. Freud berpendapat bahwa penyebab penyakit jiwa berkait dengan tuntutan peradaban dan diramalkan tidak ada rekayasa sosial apa pun yang bisa meniadakannya. Mulai tahun 1920, psikologi di Amerika menanggalkan keyakinan terhadap pendapat Freud dan menggantikannya dengan aliran behaviorisme yang bernada lebih optimis dan lebih keras. Bagaimanapun, perhatian mengenai kebu-tuhan emosional kanak-kanak juga merupakan kajian penganut behaviorisme, dan baru pada tahun 1950-an John Bowlby (1907-1990) mengemukakan suatu dasar teoretis untuk kajian terhadap topik tersebut dengan menggabungkan unsur-unsur analisis kejiwaan, kajian terhadap tingkah laku hewan dan teori sistem ke dalam suatu teori penggabungan. Konsepsi Bowlby mengenai kebutuhan biologis kanak-kanak sangat dipengaruhi oleh pandangan konservatif mengenai kehidupan keluarga, dan pendapatnya mengenai perlunya perawatan ibu yang lebih lama dan lebih khusus terhadap anak ditantang oleh kenyataan bahwa sejak tahun 1960-an dan 1970-an masyarakat telah mengalami perubahan. Sekalipun demikian hasil kerjanya telah membantu perkembangan kajian terhadap hubungan karakter seseorang dengan pengalamannya di masa kecil yang saat ini telah menjadi sebuah topik besar dalam psikologi perkembangan. Pemahaman baru terhadap keragaman dan kerumitan kehidupan sosial anak-anak muda telah mengalahkan asumsi tradisional bahwa anak memasuki masyarakat (tersosialisasi) hanya setelah inti kepribadiannya terbentuk. Kritik terhadap psikologi perkembangan menunjuk kecenderungannya untuk mengalamiahkan kehadiran kelas-menengah, ide-ide barat yang berniat menciptakan norma-norma umum mengenai perkembangan, pada kesamaannya terhadap keragaman budaya dan sejarah, dan kepada kurangnya suatu pendekatan teoretis yang seragam. Bagaimanapun, keragamannya yang sangat tinggi justru menjamin terusnya perdebatan dan kontroversi yang menghidupkan disiplin ini, dan perkembangannya sendiri tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti.

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

adsense-fallback