Advertisement

Yang berlangsung tahun 1618-1648, terjadi karena faktor agama dan politik. Negara-negara Jerman yang menjalankan reformasi berusaha juga melepaskan diri dari kekuasaan Austria yang beragama Katolik. Ditinjau dari sifat dan peserta perang, perang ini dibagi ke dalam empat fase.

Pada fase pertama (1618-1625) daerah Bohemia di bawah Raja Friedrich melepaskan diri dari kekuasaan Austria yang diperintah oleh Dinasti Habsburg. Dalam rangka mengadakan kontra-reformasi negara-negara Katolik membentuk pasukan Liga Katolik. Di bawah pimpinan Panglima Tilly dan Wallenstein, pasukan liga berhasil mengalahkan tentara Bohemia.

Advertisement

Pada fase kedua (1625-1629), Raja Christian dari Denmark yang beragama Protestan berusaha membela negara-negara Jerman yang seagama dengan kekuasaan Austria. Tetapi tentara Raja Christian dapat dikalahkan oleh pasukan Tilly dan Wallenstein (1629).

Pada fase ketiga (1629-1635), tampil Raja Gustaaf Adolf dari Swedia, yang memperoleh dukungan dari Richelieu (Perancis) karena tidak menginginkan Austria menjadi negara darat yang kuat di Eropa. Sementara itu, Gustaaf Adolf juga menginginkan daerah- daerah seberang Laut Baltik dan Jerman Utara. Di kota Breitenfield dekat Leipzig tentara Gustaaf Adolf dapat mengalahkan tentara Tilly (1631) dan tentara Walenstein di kota Lutzen (1632). Tetapi kemudian tentara Liga Katolik dapat mengalahkan Gustaaf Adolf. Walenstein yang merasa kedudukannya makin kuat mengangkat dirinya menjadi raja Bohemia, tetapi ia kemudian dibunuh oleh anak buahnya.

Pada fase keempat (1635-1648), faktor politik lebih berperan daripada faktor agama. Perancis yang tidak senang melihat semakin kuatnya Austria, mendekati negara Swedia dengan menjanjikan bahwa Swedia akan memperoleh daerah yang diinginkan. Dengan demikian terjadi perimbangan kekuatan di Eropa, yaitu antara Perancis penganut Katolik yang dibantu Swedia dan Austria yang juga menganut Katolik.

Perang ini diakhiri dengan Perjanjian Westphalen yang menetapkan, antara lain, bahwa Kerajaan Romawi Suci, yang terdiri atas Jerman dan Austria, menyerahkan Alsace kepada Perancis. Swedia memperoleh daerah Pommeren dan daerah antara Elbe dan Wezer. Swedia dan Denmark mempunyai hak suara dalam Reichstag, yaitu dewan perwakilan rakyat dJ=am Kerajaan Romawi Suci. Dengan perjanjian tersebut Kerajaan Romawi Suci sebenarnya telah runtuh, dan Kaisar Austria hanya berkuasa atas Austria dan Hungaria.

Advertisement