PENGERTIAN PERAMALAN ATAU PRAKIRAAN

43 views

FORECASTING / PERAMALAN ATAU PRAKIRAAN adalah proses pembuatan perkiraan tentang kondisi umum dari perekonomian dan pasar di masa mendatang sebagai dasar pengambilan keputusan oleh pemerintah atau dunia usaha. Beberapa metode peramalan dapat dipakai untuk memperkirakan kondisi ekonomi di masa mendatang, yang berbeda-beda dalam hal subjektivitas, kerumitan, data yang dibutuhkan dan biaya:
(a) teknik survai, yang menggunakan wawancara atau daftar pertanyaan yang dikirimkan melalui pos yang menanyakan konsumen atau pembeli tentang keinginan membeli di masa mendatang. Kemungkinan lain, anggota dari tenaga penjual dapat memberikan perkiraan penjualan di masa mendatang; atau ahli industri dapat menawarkan skenario tipe ramalan tentang perkembangan pasar di masa mendatang.
(b) metode eksperimen, yang memberikan ramalan permintaan untuk produk-produk baru dan lain sebagainya berdasarkan baik respon pembeli dari sampel kecil dari sekelompok konsumen, atau pun dari sampel besar dalam pengujian pasar.
(c) metode EKSTRAPOLASI (EXTRAPOLATION) dari sekelompok konsumen, dengan melakukan analisis deret waktu (time series), yang menggunakan data ekonomi masa lalu untuk memperkirakan tren ekonomi di masa mendatang. Metode ini secara implisit mengasumsikan bahwa hubungan historis yang terjadi di masa lalu akan tetap berlanjut di masa yang akan datang, tanpa menyelidiki hubungan sebab-akibat antara variabel-variabel yang terlibat. Data deret waktu (time series) biasanya meliputi : suatu tren sekular yang panjang, dengan fluktuasi siklus jangka menengah tertentu; dan variasi musim an jangka pendek, dipengaruhi secara tidak teratur dan acak (random). Teknik seperti rata-rata bergerak (moving averages) dan perataan eksponensial (exponential smoothing) dapat digunakan untuk menganalisis dan memproyeksikan deret waktu (time series), walaupun secara umum tidak dapat digunakan untuk memperkirakan kenaikan atau penurunan secara tajam dari variabel-variabel ekonomi.
(d) Ramalan barometrik, memperkirakan nilai dari variabel ekonomi di masa mendatang berdasarkan nilai sekarang dengan indikator statistik tertentu yang mempunyai hubungan yang konsisten dengan variabel-variabel ekonomi, INDIKATOR-INDIKATOR UTAMA (IJEADING INDICATORS) seperti rencana investasi modal usaha dan dimulainya pembangunan gedung-gedung perumahan yang baru dapat dipakai sebagai barometer dalam meramal nilai seperti tingkat aktivitas ekonomi atau permintaan produk, dan dapat juga dipakai untuk memperkirakan perubahan tajam pada nilai-nilai tersebut.
(e) metode INPUT-OUTPUT (INPUT-OUTPUT) dengan memakai tabel input-output untuk menunjukkan hubungan antar-industri, dan menganalisis bagaimana perubahan kondisi permintaan dalam suatu industri akan dipengaruhi oleh kondisi permintaan dan penawaran pada industri lain yang berkaitan dengan industri yang pertama tersebut. Sebagai contoh, industri komponen kendaraan bermotor akan memerlukan perkiraan permintaan kendaraan bermotor pada waktu mendatang dan rencana produksi kendaraan bermotor di masa mendatang yang merupakan pelanggan utama mereka.
(f) metode EKONOMETRIK (ECONOMETRIC) memperkirakan nilai variabel ekonomi di masa mendatang dengan menganalisis variabel-variabel lain yang berhubungan sebab-akibat dengan variabel tersebut. Model ekonometrik menghubungkan variabel-variabel dalam bentuk persamaan yang secara statistik dapat diperkirakan dan kemudian dipakai sebagai dasar untuk peramalan. Pertimbangan harus dilakukan dalam mengidentifikasi VARIABEL BEBAS (INDEPENDENT VARIABLES) yang dapat mempengaruhi (berhubungan sebab-akibat) VARIABEL TIDAK BEBAS (DEPENDENT VARIABLE;) yang akan diramal. Sebagai contoh, dalam peramalan kuantitas dari suatu produk (Qd) kita akan memformulasikan persamaan yang menghubungkan variabel tersebut dengan harga dan pendapatan disposibel (Y):
Qd = a + bP + cY
kemudian gunakan data masa lalu untuk memperkirakan koefisien regresi a, b dan c (lihat REGRESSION ANALYSIS). Model ekonometrik dapat terdiri dari hanya satu persamaan seperti tersebut di atas, tetapi seringkah dalam situasi ekonomi yang kompleks variabel bebas dalam suatu persamaan dipengaruhi oleh variabel bebas lainnya, sehingga dibutuhkan banyak persamaan untuk menggambarkan hubungan-hubungan sebab-akibat yang terlibat. Sebagai contoh, model peramalan makro ekonomi yang digunakan oleh Departemen Keuangan Inggris untuk memperkirakan tingkat aktivitas ekonomi di masa yang akan datang terdiri dari 600 lebih persamaan.
Tidak ada metode peramalan yang menghasilkan perhitungan yang sangat tepat, sehingga ketika membuat suatu peramalan kita harus memperhitungkan suatu marjin kesalahan. Dalam situasi kita tidak dapat membuat estimasi yang persis dari nilai variabel ekonomi pada masa mendatang, sehingga kita harus menyadari ada suatu jarak (range) hasil yang mungkin terjadi di masa mendatang yang berada di sekitar nilai ramalan! Hal ini menunjukkan suatu jarak nilai yang berkaitan dengan kemungkinan distribusinya. Dengan demikian para pembuat ramalan membutuhkan penilaian dalam memprediksi kondisi ekonomi di masa datang, baik dalam hal memilih metode peramalan yang digunakan, maupun dalam mengkombinasikan informasi dari ramalan yang berbeda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *