Advertisement

Penyerbukan Silang, Menurut teori, kebanyakan tumbuhan dapat menyerbuk sendiri atau menyerbuk silang, tetapi pada prakteknya mekanisme penyerbukan biasanya sedemikian sehingga menguntungkan atau menjamin penyerbukan silang. Berikut ini adalah beberapa cara yang menghasilkan penyerbukan silang.

  1. Pemisahan kelamin dalam ruang. Beberapa bunga memi-liki benang sari saja atau bakal buah saja, tidak kedua-duanya, oleh karena itu berkelamin tunggal ( 10.5). Pada jenis-jenis yang dioesis, seperti Carica papaya (pepaya), individu tumbuhan hanyalah jantan atau betina sehingga penyerbukan silang adalah satu-satunya cara yang mungkin terjadi. Pada tumbuhan monoesis, seperti Cucurbita pepo (semacam labu), Ricinus communis (jarak) dan Zea mays (jagung), yang memiliki bunga jantan dan bunga betina pada tanaman yang sama, pemisahan kelamin dalam bunga yang berbeda menguntungkan tetapi tidak menjamin penyerbukan silang.
  2. Pemisahan kelamin oleh waktu. Pada berbagai bunga yang dapat menyerbuk sendiri, benang sari dan kepala putik sering masak pada waktu yang berbeda, sehingga kernungkinan terjadinya penyerbukan sendiri berkurang. Pemisahan waktu pematangan ini dikenal dengan istilah dikogami (dichogamy), dan terdapat dua macam, yaitu protandri, bila benang sari matang lebih dahulu, dan protogini, bila kepala putik matang terlebih dahulu. Baik protandri maupun protogini tersebar luas, tetapi protandri yang merupakan sifat yang khas pada kebanyakan Compositae dan sejumlah anggota Malvaceae, lebih umum daripada protogini.
  3. Kemandulan sendiri. Telah terbukti bahwa pada beberapa tumbuhan terdapat suatu, mekanisme yang diatur secara genetik yang menghalangi bakal biji dibuahi oleh serbuk sari dari tumbuhan yang sama, dan mekanisme yang sama mungkin pula terjadi pada banyak tumbuhan lain. Pada tumbuhan yang mandul sendiri seperti itu serbuk sarinya sering dapat mencapai kepala putik bunga yang sama, tetapi serbuk sari tersebut gagal berkecambah atau gagal berkembang secara normal, sehingga tidak terjadi pembuahan. Jenisjenis tertentu dari Passiflora (markisah) dan Abutilon (bunga petang atau cemplok) mempunyai bunga yang mandui sendiri.

Karena serbuk sari tidak memiliki kemampuan bergerak sendiri, maka untuk penyerbukan silang diperlukan bantuar_ luar untuk mengangkut serbuk sari dari bunga yang satu ke bunga yang lain. Kebanyakan bunga diserbuki oleh serangga. burung, atau angin, tetapi ada pula bunga yang diserbuki oleh kelelawar, dan sejumlah kecil yang diserbuki oleh aliran air.

Advertisement

 

Advertisement