Advertisement

Penyerbukan oleh Kelelawar, Penyerbukan sejumlah pohon-pohonan tropik dilakukan oleh jenis-jenis kelelawar yang memiliki kepala panjang dan lampai dengan lidah dapat dijulurkan ke luar, dan mampu dimasukkan ke dalam bunga. Kelelawar adalah binatang malam dan mungkin dituntun kepada bunga oleh daya penciumannya yang tajam. Kelelawar naik ke bunga, memegang bunga dengan cakar-jempol (thumb-claws) sayapnya, dan menyedot nektar atau serangga-serangga kecil dengan lidahnya atau mengunyah serbuk sari atau daun makota yang sukulen. Lubang-lubang bekas cakar pada makota bunga sangat khas, sehingga dapat dianggap sebagai bukti yang baik dari terjadinya penyerbukan oleh kelelawar, walaupun pada tumbuhan itu kunjungan kelelawar belum pernah diamati. Bunga yang penyerbukannya khas dilakukan oleh kelelawar memiliki sejumlah sifat yang jelas ada hubungannya dengan kunjungan kelelawar. Bunga itu menghasilkan banyak sekali serbuk sari dan nektar yang lengket atau berlendir, serta sering kali bermulut lebar, sehingga nektarnya mudah dicapai; bunga ini hanya mekar pada malam hari sambil mengeluarkan bau busuk yang sangat khas. Letak bunga pada tumbuhan sedemikian rupa, sehingga kelelawar itu dapat mencapainya dengan mudah. Pada Kigelia, yaitu pohon .sosis’ yang terkenal (6.13), bunganya tergantunggantung pada cabang yang mirip tambang, sedangkan pada Cresentia (maja pahit) bunga menempel pada batang pohon. Kemudahan yang sama diperoleh pada Ceiba (pohon kapuk dari Amerika dan Afrika tropik) yang menghasilkan bunga selama musim kering ketika pohon itu tak berdaun dan kelelawar dapat terbang pada kanopinya tanpa gangguan daun. Tumbuhan lain yang penyerbukannya dilakukan oleh kelelawar ialah Adansonia (baobab), Ochroma (balsa), Durio durian), dan Musa (pisang).

 

Advertisement

 

Advertisement