Advertisement

Penyerbukan oleh Burung, Telah menjadi pendapat umum bahwa serangga merupakan penyerbuk utama bagi bunga, tetapi pada beberapa bagian daerah tropik burung malahan merupakan penyerbuk lebih penting. Berbagai kelompok burung, terutama burung kolibri ‘humming bird) dan burung pengisap madu (honey suckers), secara teratur mengunjungi bunga untuk memakan serangga penghuni bunga atau makan nektar yang mampu disedot oleh paruhnya yang panjang. Ukuran tubuh burung-burung ini sangat kecil, sering kali hanya sedikit lebih besar daripada ngengat, dan kebanyakan mengepak-ngepak (hovering) di depan bunga tempat mereka makan. Burung ini mengakibatkan penyerbukan silang dengan cara menyentuh kepala sari dan kepala putik bunga dengan dada dan paruhnya.

Burung memiliki indria penciuman amat jelek, sebaliknya memiliki indria pengan yang kuat dan kebanyakan bunga yang diserbuk oleh burung (disebut ornitofilus) tidak berbau, tetapi besar dan berwarna cerah, biasanya merah atau merah pudar. Warna-warna kontras yang cerah sering dijumpai juga, seperti pada Strelitzia (bunga burung-dewata). Bunga-bunga ornitofilus biasanya memiliki benang sari dan kepala putik yang menonjol, kaku dan tidak mudah rusak oleh burung yang mengepak-ngepak di depannya sewaktu menyedot nektar di sayap bunga itu. Daun makotanya secara khas berfusi menjadi tabung yang menampung sejumlah besar nektar cair. Ukuran tabung sering kali ada hubungannya dengan panjang dan membengkoknya paruh burung (6.11). Kadang-kadang burung ‘mencuri’ nektar dengan jalan menyobek bunga dari belakang dengan paruhnya; kejadian ini sering ter pada bunga Hibiscus (kembang sepatu) yang dikunjungi burung.

Advertisement

Bunga ornitofilus mencakup jenis-jenis Hibiscus, Erythrina (dadap). Fuchsia, Passiflora (markisah), Strelitzia, dan Bornbax (potion kapuk dari daerah Asia dan Afrika tropik).

Advertisement