Advertisement

Pengawal Pretorian, Pemerintahan militer model ini merupakan fase lanjutan dari model moderator peretorian. Jika yang pertama bersifat konserfativ, kelompok ini lebih bersifat reaksioner terhadap kebijakan sipil ketika menjalankan pemerintahannya. Setelah para moderator berhasil menggulingkan kekuasaan pemerintah, ahirnya mereka mengubah diri sebagai pengawal proterian, sebelum ahirnya berkuasa penuh atas pemerintahan.

Setelah penggulingan elit sipil, umumnya kelompok ini akan memegang tampuk pemerintahan untuk periode singkat, antara dua sampai empat tahun. Seperti halnya kelompok pertama, kalangan pengawal proterian tidak setuju dengan perubahan politik serta akan mempertahankan aturan politik lama. Perbedaan mencolok kelompok ini adalah keyakinan meraka bahwa sasaran atau agenda politik yang mereka canangkan akan lebih mudah dicapai apabila mereka sendiri yang menguasai pemerintahan. Keyakinan ini muncul dari asumsi mereka tentang tidak adanya pilihan atau elit di luar mereka yang dianggap mampu mempertahankan status-quo politik dan ekonomi, atau tanpa tindakan kudeta, kekuasaan akan berpindah ke tangan elit politik yang memiliki tujuan dan agenda politik yang berbeda.

Advertisement

Langkah selanjutnya setelah kudeta adalah tindakan pemecatan ahli politik sipil yang diduga telah berlaku curang dalam pcnyusunan kembali struktur pemerintahan dan administrasi serta pembagian kekuasaan dan fungsi ekonomi di kalangan kelompok sipil. Berbeda dengan kelompok pretorian pertama, kelompok ini pun memberi perhatian besar terhadap persoalan-persoalan ekonomi yang dinilai gagal dilakukan oleh kelompok sipil. Karakter lain dari kelompok ini adalah sikapnya yang tidak terlalu otoriter. Artinya dibawah rejim ini kebebasan politik, kebebasan pers dan berserikat dibenarkan dan tetap ada, hanya saja dibatasi dan dikontrol.

Sebagai kelompok reaksioner mereka berusaha melakukan perubahan-perubahan, prinsip-prinsip dasar dalam politik, ekonomi clan kehidupan sosial. Namun seluruh agenda perubahan yang mereka lakukan tetap dalam koridor membatasi kegiatan dan hak sipil. Bagi kelompok pengawal pertorian ini, perubahan mendasar dalam hal-hal tersebut tidaklah dibutuhkan, karenanya kelompok ini tidak menganggap penting untuk membentuk sebuah rejim yang dapat menguasai orang banyak.

 

 

Advertisement