Advertisement

Penduduk, Dengan penduduk sesuatu negara dimaksudkan semua orang yang pada suatu waktu mendiami wilayah negara. Mereka itu secara sosiologis lazim disebut “rakyat” dari negara itu. Rakyat dalam hubungan ini diartikan sebagai sekumpulan manusia yang dipersatukan oleh suatu rasa persamaan dan yang bersama-sama mendiami suatu wilayah tertentu. Ditinjau dari segi hukum, rakyat merupakan warganegara suatu negara. Warganegara adalah seluruh individu yang mempunyai ikatan hukum dengan sesuatu negara tertentu. Mungkin tidak dapat dibayangkan adanya suatu negara tanpa rakyat, tanpa warganegara. Rakyat (warganegara) adalah substratum personil dari negara. Tanpa warganegara, negara akan merupakan suatu fiksi besar.

Berapa besar jumlah manusia yang diperlukan untuk dapat menciptakan negara, merupakan masalah akademis belaka. Tidak perlu ditentukan terlebih dulu jumlah itu. Setiap negara mempunyai sejumlah individu yang menyebut dirinya warganegara, rakyat dari negara itu. Jumlah itu biasanya relatif besar ataupun kecil. Penduduk negara-negara di dunia memang berbeda-beda jumlahnya. Ada enam negara yang mempunyai penduduk yang besar jumlahnya, yakni RRC, India, Rusia, Amerika Serikat, Jepang dan Indonesia. Kualitas sesuatu negara sedikit banyak juga ditentukan oleh kuantitas penduduknya. Tidak mengherankan bahwa apa yang disebut “negara-negara besar” (Great Powers) pada umumnya mempunyai penduduk yang relatif lebih banyak dari pada negara lainnya, misalnya Amerika Serikat, Jepang, atau Uni Soviet (waktu itu sebelum terpecah belah). Namun besarnya jumlah penduduk sekali-kali bukan merupakan laktor satu-satunya yang menjadikan sesuatu negara menjadi “negara besar”. Faktor-faktor lainnya, seperti pendapatan per kapita dan kemajuan teknologi, juga turut serta menentukan kebesaran sesuatu negara.Siapakah yang tergolong sebagai warganegara sesuatu negara? Menurut Hukum Internasional, tiap-tiap negara berhak untuk menetapkan sendiri siapa yang akan menjadi warganegaranya. Untuk itu, ada dua azas yang biasanya dipakai dalam penentuan kewarganegaraan, yaitu asas ius soli dan asas ius sanguinis.

Advertisement

Asas ius soli (law of the soil) menentukan warga negaranya berdasarkan tempat tinggal, dalam arti siapapun yang bertempat tinggal di suatu negara adalah warganegara tersebut. Sedangkan asas ius sanguinis (law of the blood) menentukan warganegara berdasarkan pertalian darah, dalam arti siapapun seorang anak kandung (yang sedarah seketurunan) dilahirkan oleh seorang warganegara tertentu, maka anak tersebut juga dianggap warganegara yang bersangkutan

Mengingat pentingnya pokok bahasan ini, terutama yang berkaitan dengan hak dan kewajiban warganegara, pada bagian materi berikut is akan lebih diperdalam lagi.

 

 

Advertisement