Advertisement

Pematangan Lanjutan, Tipe dormansi lain ialah bahwa embrio, yang tampaknya terbentuk secara baik dan hidup tetap dorman meskipun kulit bijinya dibuang dan lingkungannya cocok untuk pertumbuh-an. Dalam hal ini perkecambahan hanya dapat terlaksana setelah terjadi serentetan perubahan yang belum banyak dipahami, yang secara kolektif disebut pematangan lanjutan (after-ripening) dan yang terjadi di dalam embrio dorman selama biji ada di dalam tanah atau disimpan. Pada beberapa jenis, waktu setahun sudah cukup untuk pematangan lanjutan, tetapi pada jenis-jenis lain proses ini berlangsung bertahun-tahun, dan hanya beberapa biji saja berkecambah setiap tahun. Mekanisme dapat dipandang sebagai jaminan bagi jenis itu terhadap malapetaka mendadak yang mungkin dapat menyapu bersih semua semai dari berbagai kelompok umur. Masa pematangan lanjutan biasanya diperpendek dengan ?erlakuan suhu tinggi, dan cara ini digunakan dalam ?erkebunan kelapa sawit (Elaeis guineensis). Biji-biji yang lembap dipanaskan pada suhu 40° selama 60 hari dan kemudian suhu diturunkan sampai 27 °C. Dormansi biji akan hilang dengan perlakuan ini, dan dengan demikian suatu perkebunan dengan tanaman yang seragam lebih mungkin untuk dibangun daripada penggunaan biji-biji yang disemai begitu saja dalam tanah selama bertahun-tahun.

Pada kedua tipe dormansi tersebut di atas, efek periode dormansi itu ialah untuk memberi kejutan pada permulaan perkecambahan, sehingga ada jaminan bahwa tidak semua biji berkecambah sekaligus. Pada tiga tipe berikut ini dormansi memiliki fungsi yang lebih khusus dalam menjamin agar perkecambahan hanya terlaksana jika persyaratan untuk pertumbuhan telah cocok.

Advertisement

Advertisement