Advertisement

Pancasila yang pertama kali disampaikan oleh Ir. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 berisi kesatuan gagasan-gagasan dasar yang disusun secara sistematis dan menyeluruh tentang manusia Indonesia dan kehidupannya baik yang individual maupun yang sosial, ini digali oleh Ir. Soekarno dari nilai-nilai yang nyata-nyata hidup dan ditemakan dalam masyarakat Indonesia, untuk kemudian diakui dan diterima oleh rakyat Indonesia. Terbukti bahwa setiap Undang-undang Dasar yang berlaku di Indonesia selalu mencantumkan nilai-dasar Pancasila sebagai dasar negaranya.

Perlu dicatat bahwa perumusan Pancasila ini mengalami perkembangan seperti yang nampak dalam Pembukaan UUD yang pernah berlaku di negara ini, dan sampai sekarangpun terdapat pihak-pihak yang ingin mencoba memberikan makna secara benar terhadap rumusan lima sila dalam Pancasila, dalam rangka memberikan petunjuk secara tepat bagaimana pelaksanaan praksis Pancasila dalam kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya dan ketahanan nasional. Dengan demikian Pancasila sebagai hasil konstraksi nalar manusia merupakan ideologi terbuka, memiliki peluang untuk terus berkembdng dalam menghadapi perkembangan zaman khususnya dalam menghadapi era globalisasi. Merujuk pada pandangan Dr. Alfian, bahwa Pancasila memiliki aspek realitas, aspek idealitas dan flexibilitas, sehingga Pancasila sebagai ideologi terbuka memiliki daya tahan dan memiliki kemampuan untuk mengantisipasi tantangan perkembangan zaman.

Advertisement

Bersendi pada pandangan di atas, dilandasi oleh berbagai peraturan perundang-undangan, maka rakyat Indonesia memiliki kewajiban untuk mengaktualisasikan Pancasila baik sebagai dasar negara, maupun sebagai ideologi bangsa dalam kehidupan keseharian.

Advertisement