PENGERTIAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA

adsense-fallback

Untuk memberikan suatu gambaran mengenai pancasila sebagai ideologi, maka perlu dikupas lebih dahulu apakah ideologi itu, apa pula ideologi terbuka itu, dan benarkah Pancasila memenuhi kriteria sebagai ideology terbuka. Berikut disampaikan uraian mengenai masalah tersebut.

adsense-fallback

Pengertian ideologi (Disarikan di antaranya dari Ensiklopedi Politik Pembangunan pancasila)
Ideologi dikemukakan oleh A. Destult de Tracy (1836), yang diberi makna ilmu tentang cita-cita, gagasan atau buah pikiran. Ideologi berasar dari kata Yunani idein yang berarti melihat dan logia yang berarti kata atau ajaran. Ideologi sebagai ilmu semula dipandang sebagai bagian dari filsafat yang mendasari ilmu-ilmu lain seperti, pendidikan, politik, dsb.

Ideologi kemudian memiliki makna sebagai kesatuan gagasan-gagasan dasar yang disusun secara sistematis dan menyeluruh tentang manusia dan kehidupannya baik yang individual maupun yang sosial, termasuk hidup bernegara.
Rumusan ideologi yang bersifat teoretis ini kemudian menjadi bersifat praksis sehingga Dr. Alfran memberi arti ideologi sebagai suatu pandangan atau sistem nilai yang menyeluruh dan mendalam . . . tentang bagaimana cara yang sebaiknya, yaitu secara moral dianggap benar dan adil, mengatur tingkah laku bersama dalam berbagai segt kehidupan duniawi.

Gagasan dalam suatu ideologi dapat bersumber dari konstruksi nalar manusia, hasil olah fikir manusia, argumentasi manusia, dapat pula bersumber dari ajaran agama. Ideologi yang berisi gagasan dasar yang bersumber dari olah fikir manusia bersifat terbuka, karena pihak yang akan memanfaatkan ideologi ini memiliki kebebasan untuk selalu mengadakan revitalisasi dalam memberikan makna gagasan tersebut. Sedang gagasan yang bersumber dari ajaran agama lebih bersifat kaku; tidak dibenarkan memberikan interpretasi terhadap ajaran agama dengan sesuka hati. Penerimaan terhadap gagasan yang bersumber dari agama ada yang tanpa menguji atau menyelidiki kebenarannya, tetapi melalui suatu keyakinan.

Ideologi yang bersumber dari konstruksi nalar manusia dapat berasal dari pemikiran perorangan untuk kemudian menyebar melalui suatu proses tertentu dan diterima oleh khalayak ramai, dapat pula melalui suatu proses indoktrinasi atau paksaan apabila ideologi ini kemudian diambil oleh suatu negara totaliter. Ideologi dapat juga berkembang bersama dengan sejarah perkembangan masyarakat pendukung ideologi tersebut; dalam hal ini ideology merupakan kristalisasi dari nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat, dengan melalui proses abstraksi akhirnya terwujudlah ideologi tersebut.

Sebagai gambaran bahwa ideologi akan memberikan nuansa dalam berbagai aspek kehidupan manusia dapat dikemukakan di sini bahwa penyelenggaraan ekonomi di Eropa Barat berbeda dengan di Rusia atau RRC, mengapa, karena ideologi yang melandasinya berbeda. Mengapa praktek politik di Kuba berbeda dengan di Amerika Serikat, karena ideologi yang mendasarinya berbeda pula.

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

adsense-fallback