Advertisement

Peserta acara-acara akademik sering menggunakan pakaian khusus yang disebut pakaian akademik. Penggunaan kostum ini sebenarnya mengikuti tradisi zaman pertengahan di Eropa, di mana orang ingin menunjukkan kelasnya. Kelas masyarakat bisa diketahui dengan melihat pakaian yang dikenakan.

Pada mulanya pakaian akademik terdiri atas :

Advertisement
  • Jubah hitam tebal disebut toga atau gown, robe.
  • Jubah yang digunakan oleh guru besar mirip jubah yang dikenakan paderi gereja katolik (ecclesiastical robe). Bentuknya seperti mantel yang dipakai sebagai pakaian luar warga Roma. Ketika Indonesia masih menggunakan sistem kontinental, toga hanya digunakan oleh profesor. Sekarang oleh karena pendidikan di Indonesia mengacu ke Amerika Serikat (Anglo-Saxon) toga tidak hanya digunakan oleh gurubesar tetapi wisudawan baik di akademi, politeknik dan strata-1 mengenakan toga dan Malahan sekarang anak lulus sekolah taman kanakĀ­kanak pun mengenakan toga dan mortarboard.
  • Penutup kepala atau cap, atau biretta, atau mortarboard, yaitu penutup kepala dengan kain keras persegi empat di atasnya dilengkapi dengan tassel yaitu rumbai-rumbai yang di Universitas Indonesia disebut kuncir. Dibandingkan cappa,biretta lebih besar Di Universitas Indonesia mortarboard disebut topi. Saat duduk mortarboard dilepas, hanya digunakan saat berdiri ataupun beijalan.
  • Hood, yaitu penutup kepala yang menjadi satu dengan toga, oleh karena telah ada mortarboard di kepala hood tidak ditempatkan di kepala, diklimprukkan saja di bahu.
  • Di Universitas Indonesia hood untuk wisudawan diganti dengan samir. Samir untuk wisudawan jenjang diploma berbentuk setengah lingkaran di bagian depan maupun bagian belakang, samir untuk wisudawan jenjang sarjana berbentuk setengah lingkaran di bagian depan dan berbentuk segiempat di bagian belakang, samir untuk wisudawan jenjang magister berbentuk setengah Iingkaran di bagian depan dan berbentuk segitiga terbalik di bagian belakang sedangkan samir untuk wisudawan jenjang doktor berbentuk setengah lingkaran di bagian depan dan pada bagian belakang berbentuk trapezium terbalik. Toga untuk profesor di Universitas Indonesia hood-nya diganti dengan selendang.
  • Di Amerika Serikat toga untuk undergraduate, graduate dan post-graduate bentuknya berbeda-beda untuk menyatakan tingkatannya.

Advertisement