Advertisement

Orchidaceae, Orchidaceae merupakan puncak atau klimaks dari struktur bunga pada Corolliferae. Bunganya terbentuk menurut pola dasar yang sama dengan, bunga Liliaceae,

  1. Perhiasan bunganya, walaupun terdiri atas enam segmen dalam dua pusaran, sangat termodifikasi; anggota tengah dari pusaran dalam (‘bibir’ atau labelum) jauh lebih besar daripada segmen perhiasan bunga lainnya, sehingga ter-bentuk bunga zigomorf.
  2. Jumlah benang sari berkurang dari enam menjadi satu (atau jarang dua).
  3. Bakal buahnya terbenam, dan kedudukan bakal biji parietal.

Terna menahun, tumbuh di tanah (terestrial) atau bertengger pada pohon (epifit); haYripir tanpa kecuali bermikoriza (yaitu perakaran atau rimpangnya berasosiasi dengan jamur) dan kadang-kadang saprofit, memperoleh bahan organiknya dari humus. Daun tunggal, sering kali berdaging; pada jenis-jenis saprofit daun tereduksi menjadi sisik tanpa klorofil. Bunga berkelamin dua, zigomorf, sering kali bentuk dan warnanya mengagumkan. Perhiasan bunga bersegmen 6 dalam 2 pusar-an yang masing-masing terdiri atas 3 segmen, biasanya semuanya petaloid walaupun sering kali hijau; segmen median atau secara morfologi segmen posterior (yaitu yang terdekat dengan batang penyangga) dari pusaran

Advertisement

membentuk bibir atau labelum, yang umumnya lebih besar daripada segmen lain-lainnya dan sering kali bertaji atau bermodifikasi; labelum biasanya terarah ke bawah karena adanya inversi bunga pada perbungaan yang menggantung. atau adanya pemuntiran bakal buah atau tangkainya 180° pada perbungaan yang tegak. Benang sari 1 atau 2, bersatu dengan kepala putik pada perpanjangan sumbu bunga (letaknva bersamaan dengan apa yang secara konvensional disebu: tangkai putik), dikenal dengan ‘tugu’ atau ginostemium, suatu struktur yang umum pada anggrek; serbuk sari biasanya berkelompok menjadi massa yang berlilin (polinia), bukan berupa butir yang terpisah-pisah. Bakal buah terbenam. berdaun buah tiga tetapi ber-ruang satu, pada masa berbunga mirip gagang bunga dan sering memuntir sehingga labelumnya berada pada kedudukan anterior; bakal biji banyak. menempel pada 3 plasenta parietal. Bud) berupa kapsul yariz berkatup 3 atau 6, berisi banyak sekali biji yang menepun:

Dalam batasan di atas, bunga anggrek memiliki banvai variasi bentuk dan potongan, disebabkan terutama Orchidaceae tersebar luas di seluruh dunia, dan dijumpai pada habitat yang sangat beranekaragam. Walaupun begitu, anggrek ini paling banyak berupa epifit dan tumbuh di hutan hujan tropik, serta membentuk vegetasi yang mudah dilihat. Orchidaceae menurut jumlahnya merupakan suku tumbuhan berbunga terbesar kedua (yang terbesar adalah Compositae) dengan kira-kira 750 marga dan 180 000 jenis; juga banyak silangan alami dan silangan buatan yang diperoleh dari persilangan berbagai jenis, dan bahkan berbagai marga. Kecuali marga Vanilla yang digunakan sebagai perencah (flavoring), anggrek tak memiliki manfaat ekonomi langsung selain sebagai dasar bagi industri bunga-bungaan yang luas. Sejumlah besar uang diperlukan untuk mengimpor, membudidayakan, menangkar dan memasarkan anggrek-anggrek terpilih. Industri anggrek terpusat di Amerika Serikat, tetapi juga merupakan sumber penghasilan utama di beberapa negara seperti Singapura, Hawaii, dan Thailand. Sebagai akibat dari pengumpulan yang ekstensif yang merupakan kelanjutan dari pertumbuhan industri penganggrekan, ribuan jenis liar terancam kepunahan. Untungnya, peraturan yang melarang pengeluaran dan ekspor anggrek liar telah dikeluarkan di berbagai negara, sehingga anggrek kini merupakan tumbuhan yang paling dilindungi di dunia.

Advertisement
Filed under : Ilmu Alam,