Advertisement

Modifikasi Struktur Bunga, Di antara sejumlah besar jenis angiosperma terdapat banyak modifikasi dalam organisasi bunga, tetapi penyimpangan utama dari bentuk ‘khas’ bunga yang baru saja diuraikan dapat digolongkan ke dalam empat kategori utama sebagai berikut.

  1. Kehilangan berbagai bagian. Bunga yang memiliki keempat lingkaran bagian bunga tersebut disebut bunga lengkap, tetapi jika sebuah lingkaran atau lebih tidak ada, bunga itu disebut tidak lengkap. Walaupun mungkin tidak lengkap, bunga yang memiliki benang sari dan daun buah saja sudah disebut bunga sempurna, jika hilang salah satu atau keduaduanya disebut tidak sempurna.

Bunga sempurna berkelamin ganda (atau hermafrodit), tetapi bunga tidak sempurna dapat berkelamin tunggal atau netral (neuter). Jika sebatang tumbuhan bunganya berkelamin tunggal, yaitu bunga jantan (staminate flower) dan bunga betina (carpellary flower) terpisah, kedua macam ini dapat saja dijumpai pada tumbuhan yang sama, karena itu disebut monoesis (‘satu rumah’ memiliki kedua kelamin). Contoh tumbuhan monoesis ini ialah Zea mays (6.12) dan kebanyakan anggota Cucurbitaceae ( 10.5). Sebaliknya bunga jantan dapat berada pada sebatang pohon dan bunga betina pada pohon yang lain, seperti pada pepaya (Carica papaya), dan tumbuhan ini disebut dioesis (diperlukan ‘dua rumah’ kedua kelamin).

Advertisement
  1. Fusi berbagai bagian. Bagian-bagian dari satu atau semua lingkaran bunga mungkin berfusi. Dalam melukiskan bagian bunga yang berfusi, hendaknya diingat bahwa kata sifat berfusi tidak berarti bahwa bagian-bagian itu berfusi dalam perkembangannya. Bagian-bagian dari lingkaran bunga bersatu, sebab bagian-bagian itu berasal dari pinggiran meristemFusi bagian-bagian bunga mungkin terjadi antarbagian pada lingkaran yang sama atau antara bagian lingkaran yang berbeda (6.2). Daun kelopak mungkin berfusi melalui pangkal pertumbuhan bersama dan membentuk sebuah tabung daun kelopak (gamosepal), seperti halnya juga daun makota membentuk tabung daun makota (gamopetal). Sebaliknya daun kelopak dan daun makota yang terpisah bebas dikatakan sebagai polisepal dan polipetal. Benang sari dapat berfusi melalui tangkai sarinya yang membentuk tabung tangkai sari, seperti pada banyak polong-polongan yang termasuk anak suku Papilionoideae (6.3a). Alternatif lain adalah bahwa kepala sari bersatu menjadi tabung, seperti pada semua anggota suku Compositae dingkan dengan sehelai daun, dengan bakal biji yang menempel pada pinggirnya, dan kedua belahan daun itu :nelipat sepanjang tulang tengahnya dan bergabung pada Dinggirannya, sehingga bakal bijinya terbungkus (6.4). Ginoesium bunga memiliki sehelai daun buah atau lebih yang bebas dikatakan sebagai ginoesium yang apokarp. Sebaliknya jika satu bunga memiliki dua atau lebih daun buah yang berfusi membentuk bakal buah tunggal, ginoesium (dan iuga bakal buahnya itu sendiri) disebut sebagai ginoesium yang sinkarp. Pada ginoesium yang sinkarp daun buah mungkin bersatu pada pinggirannya, yang dalam hal itu bakal buah memiliki sebuah rongga atau ruang (berongga tunggal) dengan bakal biji yang menempel berbaris sepanjang dinding, dan jumlah baris sesuai dengan jumlah daun buah pembentuk bakal buah itu. Tempat perlekatan bakal biji disebut plasenta, karena itu bakal buah yang sinkarp dengan rongga tunggal disebut mempunyai plasenta parietal (secara harfiah berarti plasenta dinding). 6.4e menunjukkan bakal buah berongga tunggal yang berdaun buah tiga dengan plasenta parietal. Sebagai kemungkinan lain, daun buah dapat melipat seperti pada daun buah tunggal dan bersatu secara lateral, sehingga terdapat sejumlah rongga (ruangan) pada bakal buah tunggal, seolah-olah terbentuk dari beberapa helai daun buah. Pada bakal buah yang berongga banyak ini bakal biji terdapat pada tiang tengah dan plasentanya di ketiak. 6.4f memperkan bakal buah berongga tiga berdaun buah tiga dengan plasenta ketiak. Pada beberapa tumbuhan bakal buahnya berdaun buah banyak serta berongga tunggal, tetapi bakal bijinya menempel pada tiang tengah yang menjulur dari lantai sampai langit-langit bakal buah. Perlekatan plasenta pada bakal buah semacam ini disebut tipe tengah-bebas (free-central) (6.4g).

Fusi bagian bunga dari lingkaran yang berbeda kuranglebih terbatas pada fusi antara benang sari dan daun makota. Pada keadaan yang epipetal ini (6.2c) benang sari tampaknya muncul dari makota atau dari hiasan bunga, bukan dari penyangga. Sifat epipetal merupakan ciri hampir semua bunga tabung.

  1. Cara perlekatan berbagai bagian. Cara bagian bunga melekat kepada penyangga mungkin bervariasi, baik pada bidang horizontal maupun bidang vertikal.

Susunan horizontal kelopak dan makota pada kuncup bunga (estivasi) kadang-kadang tetap ada pada bunga dewasa, dan membentuk pola yang sangat mengesankan (6.5). Ada tiga tipe utama estivasi yang dibedakan menurut nama-nama berikut: (a) berkatup (valvate), jika tepi daun kelopak atau daun makota bertemu tanpa tumpang-tindih; (b) terpilih (contorted) atau teratur (regular), jika setiap daun kelopak atau daun makota menindih satu sisi yang berdampingan dan tertindih oleh kelopak atau daun makota yang berdampingan di sisi lain; (c) menyirap (imbricate) atau tak teratur (irregular), jika sekurang-kurangnya satu daun kelopak atau daun makota seluruhnya di dalam dan sekurangkurangnya satu lagi seluruhnya di luar. Estivasi makota merupakan salah satu ciri yang membedakan dua anak suku Leguminosae, yaitu Caesalpinioideae dari Papilionoideae.

Perbedaan perlekatan secara vertikal disebabkan oleh perbedaan bentuk penyangga, yaitu bagian ujung gagang bunga (atau gagang perbungaan) tempat melekatnya lingkaran bagian bunga (6.5b). Penyangga itu mungkin berbentuk cembung dan ginoesiumnya terdapat pada bagian ujung, serta androesium makota dan kelopak muncul berturut-turut makin ke bawah. Bunga seperti itu disebut hipogin, sebab lingkaran luar melekat di bawah ginoesium (hipo — di bawah, gin(ous)—bagian betina). Penyangga mungkin juga zekung, ginoesiumnya menempati bagian tengah cawan ceper atau cawan dalam, dan lingkaran luarnya dilekatkan pada bibir cekungan itu (disebut perigin). Ada lagi yang bakal buahnya terkubur dalam penyangga, dan lingkaran luarnya melekat di atas bakal buah (epigin). Bakal buah pada bunga epigin disebut inferior, sebab berada di bawah tingkatan perlekatan lingkaran luar, dan pada bunga hipogin disebut superior. Secara konvensi, bakal buah dari bunga perigin juga digolongkan sebagai superior.

  1. Perkembangan tale sama dari berbagai bagian. Pada beberapa bunga bagian-bagiannya yang membentuk lingkar-an tunggal semuanya mempunyai ukuran dan bentuk sama. Bunga yang demikian dapat dibagi menjadi dua belahan yang sama, oleh potongan vertikal melalui tengahnya pada berbagai arah yang berbeda. Jika simetrinya radial (atau menurut pengertian sempitnya multilateral), maka bunga dinyatakan sebagai aktinomorf (secara harfiah berarti bentuk bintang). Bunga Hibiscus dan Cucurbita adalah aktinomorf ( 9.3c dan 10.5c,f). Sebaliknya, jika bagianbagian lingkaran tidak semuanya sama benar, atau jika satu atau lebih bagiannya tidak ada, bunga itu hanya dapat dijadikan belahan yang sama oleh potongan dari satu arah. Jika bunga yang tidak beraturan itu simetri bilateral, maka bunga itu disebut zigomorf. Bunga-bunga Bignoniaceae dan Orchidaceae adalah zigomorf ( 10.3c dan 10.2g). Beberapa bunga, misalnya Canna spp., tidak dapat dibagi menjadi bagian yang simetri oleh potongan apa pun, maka bunga demikian disebut bunga senjang (asymmetric).

 

Advertisement