Advertisement

Moderator Pretorian, Ciri khas moderator pretorian adalah mereka menggunakan hak veto atas keputusan pemerintahan dan politik, tanpa menguasai pemerintahan itu sendiri. Sekalipun pihak sipil yang memerintah, namun kekuasaan mereka diawasi oleh militer yang tidak akan menerima supremasi penuh pihak sipil. Dengan pengertian lain, kelompok pretorian ini bertindak sebagai kelompok yang herpengaruh dan terlibat dalam politik.

Dalam hal hubungan mereka dengan elit sipil, kadangkala mereka menggunakan ancaman kudeta terhadap pemerintahan sipil. Bahkan jika terjadi ketidaksepakatan dengan kebijakan sipil, pretorian mediator ini akan melakukan kudeta terhadap pemerintahan yang ada dan menggantikannya dengan sekelompok elit sipil yang dapat dikuasai dan diterima oleh militer.

Advertisement

Model moderator pretorian ini tidaklah begitu menonjol dibanding dengan jenis pretorian yang lain (akan disebutkan kemudian). Model ini mencoba menghindarkan dirinya untuk menguasai atau mendominasi pemerintahan secara penuh. Perilaku politik mereka hanya sebatas mempertahankan status-quo, menjaga keseimbangan atau ketidak seimbangan kekuasaan diantara faksi¬laksi atau kelompok politik sipil yang bersaing, menjalankan UUD dalam kehidupan politik .dan kelembagaan, melarang setiap percobaan penting dalam hal pengalihan hasil ekonomi, dan menjaga stabilitas politik dan pemerintahan.

Jenis moderator ini lebih memfokuskan perhatiannya kepada pcngaruh konflik politik, seperti banyak terjadi di negara-negara kawasan Amerika Latin. Di kawasan ini, kudeta suksesi oleh militer sering terjadi apabila suatu golongan sipil (kelompok pekerja dan petani) yang baru berkuasa mencoba-coba melakukan perubahan penting dalam pengalihan kekuasaan politik. Atau jika sebuah partai politik yang tidak disukai militer akan memenangkan pemilihan umum yang hcrlangsung, pihak militer akan mengambil alih kekuasaan untuk sementara waktu guna mencegah berlangsungnya pemilu tersebut. Kudeta yang dilakukan militer mungkin dilakukan jika kelompok sipil yang berkuasa terlalu banyak menempatkan elit¬elitnya dibandingkan kelompok militer dalam struktur pemerintahan.

Dan beberapa karakter umum model moderator pretorian ini dapat disimpulkan bahwa kelompok militer ini merupakan kekuatan politik konservatif yang lebih menyukai untuk mengalihkan perubahan daripada pelaksanaannya yang dapat diperoleh dengan cara menggunakan kuasa mutlak tanpa harus menguasai pemerintahan. Alasan-alasan inilah yang melatari mengapa kelompok ini tidak menguasai puncak pemerintahan.

Tingkat campur tangan militer senantiasa meningkat ketika mereka mulai bertindak sebegai kelompok moderator. Diantara kelompok moderator proterian yang sempat bertahan cukup lama adalah tentara Brazil. Sepanjang abad 20 elit militer Brazil memainkan peran sebagai moderator pretorian yang pada ahirnya menguasai pemerintahan secara penuh pada tahun 1964. Hal yang sama terjadi pula di Chili, selama 40 tahun lebih tentara berperan sebagai moderator sejak 1930 dan ahirnya berubah mendominasi pemerintahan, yang diawali dengan tindakan kudeta terhadap presiden Allende pada tahun 1973.

Advertisement