PENGERTIAN MODAL DAN SUMBER DAYA MANUSIA

5 views

Sumber daya manusia adalah cadangan bakat, keahlian dan pengetahuan yang dapat memperkuat tawar-menawar gaji di pasaran tenaga kerja. Umumnya dilakukan pembedaan antara sumber daya manusia umum yakni yang berkaitan dengan hal-hal yang mempengaruhi potensi gaji seseorang dalam pekerjaan dan profesi secara umum dan modal manusia khusus, yang mempengaruhi gaji seseorang dalam perusahaan tertentu di mana mereka bekerja tanpa memperhatikan nilai gaji di lain perusahaan. Contoh sumber daya manusia umum adalah pendidikan formal dalam keahlian-keahlian umum seperti matematika; sedangkan contoh sumber daya manusia khusus adalah pengetahuan mengenai apa yang akan dikerjakan dalam sebuah perusahaan dan kontak pribadi dengan orang-orang di perusahaan itu. Dalam banyak hal, sumber daya manusia adalah suatu kondisi pertengahan, apakah itu diperoleh dari ‘off the job’ dalam bentuk pelatihan atau pendidikan, atau ‘in job’ seperti pengalaman kerja. Dalam banyak segi, analisis ekonomi terhadap sumber daya manusia menimbulkan persoalan yang sama dengan analisis terhadap modal pada umumnya, seperti pabrik atau peralatan. Dalam hal bentuk ia bisa sangat beragam.

Modal manusia diakumulasikan dalam kurun waktu pemakaian tenaga kerja dan modal yang cukup lama, dan penambahan investasinya membutuhkan pengorbanan (dalam arti hilangnya pendapatan dan tunjangan lainnya). Kualitasnya dipengaruhi oleh kemajuan teknis. Besarnya pendapatan yang bakal diperoleh seseorang tampaknya memang tidak pasti dan cadangannya bisa mengalami penyusutan fisik dan bisa usang. Ada perbedaan-perbedaan antara modal manusia dengan jenis modal lain. Jika imbalan modal fisik atau finansial diperoleh dari aliran pemasukan yang diterima pemilik aset itu atau dengan penjualan aset itu sendiri, maka imbalan dari modal manusia biasanya diterima hanya oleh orang yang menjadi subyek investasi itu (kendati ada pengecualian juga, seperti para pekerja magang), dan biasanya dibutuhkan usaha ekstra untuk menjadikan tenaga kerja sebagai pendapatan tunai. Cadangan modal manusia tidak bisa dipindahkan seperti halnya modal fisik, kendati investasi yang dilakukan orang tua terhadap sekolah dan pendidikan informal anak-anaknya di rumah kadang-kadang bisa dianalogikan dengan modal finansial. Kendati gagasan investasi terhadap diri seseorang diterima luas sebagai prinsip yang umum, banyak ekonom yang enggan menerima versi yang lebih kuat dari teori determinasi pendapatan dan teori distribusi pendapatan yang telah dirintis oleh Becker (1964) dan Mincer (1958). Analisis ini umumnya berasumsi bahwa pasar tenaga kerja di mana-mana cukup kompetitif. Jasa dari berbagai jenis sumber daya manusia bersifat cukup substitutif dan peluang pendidikan cukup terbuka, sedemikian rupa sehingga perbedaan-perbedaan pendapatan tidak akan dikacaukan oleh penambahannya (dalam prakteknya, gaji tidak segera berubah ketika jumlah pekerja berubah). Dengan dasar asumsi itu besarnya pendapatan bisa ditaksir (dalam bentuk kenaikan potensi pendapatan) terhadap penanaman modal manusia (dalam bentuk pendapatan yang hilang dan biaya langsungnya) dengan menggunakan hasil observasi pendapatan para pekerja dalam sampel lintas-sektoral dan dalam studi panel lintas-waktu. Tingkat imbalan dari investasi semacam ini ditemukan biasanya berkisar antara 10-15 persen. Tetapi perlu ditekankan di sini bahwa taksiran semacam ini acapkali tidak memperhatikan dampak ekonomi dan faktor sosial lain yang mungkin mempengaruhi distribusi pendapatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *