Advertisement

Termasuk kelompok minyak asiri. Minyak ini merupakan destilat penyulingan getah atau kayu pinus atau tusam. Di Indonesia, minyak terpentin diperoleh dari getah Pinus. Biasanya, getah disuling secara langsung dengan uap atau dengan air, kadang-kadang disertai cara vakum. Terpentin dihasilkan sebagai destilat dan merupakah hasil samping dalam pengolahan gondo- rukem.

Terpentin digunakan sebagai pelarut minyak organik dan resin. Dalam bidang industri, terpentin dipergunakan sebagai bahan semir sepatu, logam, dan kayu, serta bahan pembuatan kamper sintetis.

Advertisement

Advertisement