Advertisement

Mengapa Manusia Perlu Beragama?, Seandainya manusia tidak beragama, apa yang akan terjadi? Tanpa agama, apakah manusia dapat mengetahui norma-norma universal? Tanpa agama, dapatkah manusia mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan di alam supra natural ?

Menurut kodratnya, manusia dalam hidupnya selalu mengakui adanya kekuatan yang maha dahsyat di luar dirinya. Manusia selalu merasa bahwa di luar dirinya terdapat suatu kekuatan yang tidak mungkin ditandingi oleh kekuatan manusia dan alam sekitaranya. Pengakuan seperti ini, biasa disebut dengan beragama.

Advertisement

Agama dapat dikategorikan dalam dua macam, yaitu agama samawi dan agama bukan samawi atau yang sering disebut dengan agama ardli. Agama Islam, Kristen, dan Yahudi adalah agama-agama samawi, yaitu agama yang diyakini sebagai agama yang diwahyukan Tuhan kepada nabi atau rasul-Nya untuk disampaikan kepada umatnya. Dengan kata lain, agama-agama itu adalah agama yang bukan diciptakan oleh manusia. Sedangkan agama-agama seperti Hindu, Budha, dan Konghucu adalah agama yang tidak diturunkan oleh Tuhan kepada nabi atau rasul-Nya untuk disampaikan kepada umatnya, tapi agama-agama itu adalah ciptaan manusia. Agama¬agama yang disebutkan terakhir itu adalah contoh dari agama bukan samawi, atau agama ardli.

Agama samawi diyakini sebagai agama yang diwahyukan oleh Tuhan yang secara metaforis dapat dikatakan diturunkan dari langit. Oleh karena itu disebut agama samawi. Samawi berasal dari kata sama’ yang berarti langit. Sedangkan agama ardli, secara generik berarti agama bumi. Ardl, adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti bumi. Agama ardli adalah agama yang tidak diturunkan dari langit, tapi timbal dari pemikiran manusia dari hasil perenungan yang mendalam.

Karena salah satu unsur agama adalah kitab suci, maka agama samawi mempunyai kitab suci yang disebut kitab samawi pula. Kitab-kitab suci seperti Alquran, Injil, Taurat, dan Zabur adalah kitab-kitab samawi, karena diwahyukan oleh Tuhan kepada para rasul atau nabi yang menyebarkan kitab-kitab itu. Sedangkan kitab¬kitab suci seperti Weda dalam agama Hindu, Tripitaka dalam agama Budha, adalah kitab yang tidak diwahyukan Tuhan kepada para pembawa dan penyebar agama-agama itu, tetapi dibuat atau dikarang oleh pendiri agama-agama itu.

Manusia beragama karena mereka memerlukan sesuatu dari agama itu. Manusia memerlukan petunjuk-petunjuk untuk kebahagiaan hidupnya di dunia dan di akherat. Dengan agama, manusia juga bisa mendapatkan nilai-nilai moral yang universal, dan hal-hal yang tidak dapat dicapai dengan akalnya semata. Mungkinkah manusia hidup secara lebih baik tanpa agama?

 

Advertisement