Advertisement

PENGERTIAN MENARA KUDUS – Menjadi tugu identitas kota Kudus yang didirikan tahun 1685 oleh Sunan Kudus. Bangunannya terbuat dari batu bata merah tanpa pere­kat semen. Bentuknya mirip Candi Jago yang terletak dekat kota Malang, Jawa Timur. Pada jaman pemerin­tahan Sunan Kudus, menara ini konon digunakannya untuk memanggil umat Islam bersembahyang. Gaya arsitekturnya memperlihatkan perpaduan antara bu­daya Hindu dan Islam. Secara keseluruhan bangunan utama yang terdapat dalam kompleks ini ialah mena­ra, makam Sunan Kudus, dan Mesjid Kudus.

Kaki Menara Kudus memiliki denah bujur sangkar menjorok ke luar dan digunakan sebagai tangga ma­suk. Tinggi menara 17 meter. Pada keempat sisi luar terdapat hiasan 32 piring porselin bergambar manu­sia, unta, pohon kurma, serta bunga. Di dalam menara ini terdapat Unggajcayu jati terbuat tahun 1895. Di puncak menara, terdapat sebuah bedug peninggalan Sunan Kudus yang masih tetap digunakan untuk memberitahukan umat Islam Kudus saat bersembah­yang.

Advertisement

Pada puncak menara, terdapat mustaka (semacam hiasan) yang semula terbuat dari tanah liat. Pada tahun 1947, mustaka ini disambar petir sehingga hancur. Gantinya dibuat dari seng. Penambahan lengkungan besi putih di depan menara amat tidak sesuai dengan keistimewaan menara yang bercorak Hindu – Islam secara keseluruhan.

Makam Pendiri Menara. Di sebelah barat menara, terletak makam pendirinya, Sunan Kudus. Untuk me­ngunjungi makam ini, kita harus masuk lewat pintu dari bangunan utama dj samping menara dan ma. kan Sunan Kudus. Nama lainnya ialah Mesjid Aqsa atau Al Manar. Berdasarkan inskripsi berhuruf Arab pada batu di atas mihrab (mimbar) mesjid diperkirakan mesjid ini didirikan tahun 1549 oleh Ja’far Shodiq yang lebih dikenal dengan nama Su­nan Kudus. Bentuk asli. nya sudah berubah setelah berkali-kali mengalami pemugaran. Namun pada beberapa bagian, keaslian bangunan ini masih tetap dipertahankan. Pada ta­hun 1919 beberapa bagian dibongkar demi perlua­san. Namun bahan ba­ngunan yang dibongkar itu kemudian tetap digu­nakan kembali.

Advertisement